IDI – Ada hal yang positif dilakukan SMK Negeri 1 Simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur saat melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan melakukan penanaman pohon produktif atau berbuah di lingkungan sekolah, Sabtu (18/7/2026).
Kepala SMK Negeri 1 Simpang Ulim, Ramlan Ismail SPd kepada media ini Minggu (19/7) mengatakan, hari Sabtu 18 Juli 2026 merupakan hari terakhir pelaksanakan MPLS.
“Minat siswa baru untuk masuk ke SMK tahun ini sangat tinggi. Khusus di SMK Negeri 1 Simpang Ulim mencapai angka 142 siswa baru tahun pelajaran 2026/2027,” sebut Ramlan.
Katanya, untuk memperkenalkan kepada semua siswa baru dalam pelaksanaan Masa MPLS tahun ini mengajarkan siswa baru untuk menjaga lingkungan dan penghijauan.
Ismail mejelaskan, menjaga lingkungan dan melakukan penghijauan itu dengan melakukan penanaman pohon produktif atau berbuah.
“Hal itu sesuai dengan anjuran Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh yang berkunjung ke sekolah ini beberapa waktu lalu agar di lingkungan atau perkarangan sekolah menanami pohon berbuah,” ujar Ramlan.
Kepala sekolah mwyebutkan, jumlah siswa keseluruhan SMA Negeri 1 Simpang Ulim sejumlah 402 orang terdiri dari kompetensi Teknik Komputer Jaringan, Teknik Audio Video, Teknik Otomotif (Teknik Sepeda Motor dan Teknik Kendaraan Ringan).
Lebih lanjut Ramlan menuturkan, MPLS untuk siswa baru dengan melakukan penanamna pohon produktif tujuan utamanya adalah, menggabungkan pelestarian lingkungan dan keuntungan ekonomi.
“Pohon menghasilkan buah, selain untuk kebutuhan manusia juga bernilai jual, sekaligus mencegah tanah longsor, menyerap air hujan, dan menghasilkan oksigen untuk udara yang sehat,” tandasnya.
Disampaikannya, masing-masing siswa baru membawa bibit seperti kelapa, mangga, rambutan, jamaika untuk ditanam di perkarangan sekolah.
Ramlan menuturkan, menanam pohon berbuah dapat memberikan makanan segar dan sehat langsung dari sumbernya.
Selain itu ungkapnya, pohon ini juga nantinya menghasilkan bunga indah dan menarik serangga penyerbuk.
Pohon bisa menyerap polusi, menghasilkan oksigen, mencegah banjir, dan menyejukkan udara, serta menanam pohon juga bernilai ibadah.
Ramlan mengharapkan, menanam pohon pruduktif program jangka panjang ini agar semua warga sekolah bisa merawat dan memeliharanya, dan kelak bisa dinikimati hasilnya teutama bagi generasi selanjutnya.
Ia mengucapkan, terima kasih kepada semua dewan guru, tendik dan Pengurus OSIS SMA Negeri 1 Simpang Ulim yang telah berpartisipasi untuk mensukseskan MPLS tahun ini.










