Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama tim gabungan mengungkap ladang ganja seluas kurang lebih 18 hektare serta menangkap empat petani diduga menanam tanaman terlarang tersebut di Kabupaten Aceh Utara.
Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani di Banda Aceh, Rabu, mengatakan ladang ganja tersebut berada di Dusun Alue Garut dan Dusun Cot Mancang, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara
“Pengungkapan ladang ganja tersebut berlangsung dalam operasi gabungan pada Selasa (27/10. Selanjutnya, para terduga petani ganja tersebut orang diserahkan kepada Polres Lhokseumawe untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Dedy Tabrani mengatakan operasi pengungkapan ladang ganja tersebut melibatkan sekitar 90 personel gabungan dari BNNP Aceh, Polda Aceh, Satuan Brimob, dan Polres Lhokseumawe.
Ladang ganja berada pada ketinggian sekitar 207 meter di atas permukaan laut (MDPL). Tanaman terlarang tersebut dengan ketinggian berkisar satu hingga dua meter. Jarak tanam kurang lebih setengah meter dan perkiraan usia tanaman dua hingga empat bulan.
“Pengungkapan ladang ganja bersamaan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai wujud komitmen BNNP Aceh dalam memperkuat semangat perjuangan generasi muda melawan narkoba serta mewujudkan Aceh bersih penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” katanya.
Dedy Tabrani menegaskan momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi seluruh generasi muda untuk memperkuat persatuan dan mengambil peran nyata dalam memerangi narkoba.
Semangat Sumpah Pemuda, kata dia, tidak cukup hanya diperingati melalui seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika.
“Pemuda Aceh diharapkan menjadi pelopor gerakan antinarkoba, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun gampong. Kami mengajak para pemuda bersatu melawan narkoba dan mengambil bagian dalam mewujudkan masa depan Aceh produktif, dan bersih narkoba,” katanya.
Dedy Tabrani menambahkan pengungkapan ladang ganja tersebut merupakan bagian dari komitmen BNN dalam menggelorakan semangat perang terhadap narkotika serta sekaligus memperkuat gerakan desa bersih narkoba (Bersinar).
“Upaya pemberantasan tidak hanya menyasar peredaran gelap narkotika, tetapi juga sumber produksinya. BNNP Aceh terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan semua elemen masyarakat mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata Dedy Tabrani.









