Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Melihat Karya Ulama Aceh di ‘Serambi Mekkah’ Thailand

Admin1 by Admin1
04/09/2019
in Sejarah
0
Melihat Karya Ulama Aceh di ‘Serambi Mekkah’ Thailand

oto: Sejumlah Alquran kuno dari Indonesia di Narathiwat, Thailand. (Audrey-detikcom)

NARATHIWAT – Sebanyak 34 kitab suci Alquran dari Indonesia tersimpan apik di sebuah sekolah swasta berbasis pendidikan agama Islam di Narathiwat, Thailand. Puluhan Alquran itu tiba di Narathiwat ketika para alim ulama Nusantara hijrah ke bagian selatan Negeri Gajah Putih itu ratusan tahun lalu.

“Di museum ini ada kurang lebih 34 Quran. Dari Indonesia, ada dari Jawa karena di sini orang Indonesia pada ratusan tahun dulu hijrah ke Pattani,” kata Ketua Yayasan Pondok Ahmadiah Islamiah Lutfee H Samea di sekolah Pondok Ahmadiah Islamiah, Narathiwat, Thailand, Selasa (3/9/2019).

Alquran-alquran itu ditaruh di lemari kaca. Di bawahnya, disertakan kalimat keterangan mengenai Alquran itu dalam berbagai bahasa Thailand, Arab, dan Melayu.

Lutfee bercerita dahulu kala, Pattani, salah satu provinsi di Thailand yang bersebelahan dengan Narathiwat, merupakan ‘Serambi Mekkah’. Tak hanya ulama Nusantara, ulama dari negara Timur Tengah juga berdatangan ke Pattani dan menyebarkan Islam.

“Dulu kawasan ini, kawasan para alim ulama bertamadun dari Arab, dari Yaman, tinggal di Pattani. Sebagaimana Aceh, dulu gelar daerah ini Serambi Mekkah, satu ketika dulu,” ujar Lutfee

“Karena banyaknya ulama dari Yaman, Persia, Cham, Jawa, India duduk di sini, bertamadun. Tidak hanya Melayu dan Indonesia,” sambung dia.

Lutfee menjelaskan Alquran tertua dari Indonesia yang ada di museum Ahmadiah Islamiah selesai ditulis pada 1634. “Penulisnya Syekh Nuruddin Mohammad Hamid Roniri, kemungkinan beliau dari ujung Indonesia, dari Samudra Pasai,” ucap dia.

Karena banyaknya Alquran kuno yang tersimpan di sekolahnya, Lutfee menuturkan terjalin kerja sama antara pihaknya dengan Taman Mini Indonesia Indah dalam hal penelitian.

“Kami juga bekerja sama dengan Taman Mini. Kami bersama membuat penelitian 34 Alquran ini. Ada 3 sampai 4 orang dari TMII datang kemari untuk riset,” tutur Lutfee.

Untuk menjaga Alquran agar tak rusak meski lapuk termakan waktu, Lutfee mempekerjakan beberapa orang yang disebut ‘tenaga pemeliharaan’ mulai dari warga negara Turki, Malaysia dan Thailand sendiri. “Dirawat dengan bahan-bahan tradisional, tidak ada (bahan kimia),” terang Lutfee.

Dia berharap pelestarian Alquran kuno di museumnya dapat terus dilakukan oleh generasi muda Islam. Lutfee ingin museumnya menjadi tempat penelitian bagi generasi muda yang mendalami ilmu agama.

“Harapan saya dalam melestarikan Alquran ini, supaya koleksi museum dapat terawat dengan baik. Menjadi satu tempat kajian bagi anak-anak generasi mendatang untuk tahu kehebatan orang Melayu yang benar-benar bertamadun tulis Quran,” jelas dia.

Sumber: detik.com

Tags: islampattanithailand
Previous Post

Kawasan Kumuh Indonesia Meluas Dua Kali Lipat

Next Post

Ilmuwan Australia Peringatkan Badai Pemicu Kepunahan Massal Baru

Next Post

Ilmuwan Australia Peringatkan Badai Pemicu Kepunahan Massal Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

19/06/2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

19/06/2026
Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026
Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026
Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

19/06/2026

Terpopuler

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com