BANDA ACEH – Perolehan suara calon DPD RI Abdul Hadi Bang Joni dan Ahmada yang sebelumnya melesat di situs pemilu2024.kpu.go.id kini merosot jauh direkap manual dalam pleno tingkat kecamatan yang sedang berlangsung di seluruh Aceh.
Kesalahan input karena error situs kembali diperbaiki saat pleno kecamatan yang sedang berlangsung di seluruh Aceh hingga 2 Maret 2024 mendatang.
“Sudah diperbaiki beberapa. Namun baru beberapa TPS yang dibuka,” kata salah seorang anggota PKK di Aceh Besar, Minggu 18 Februari 2024.
“Jauh merosot. Kita akui ada. Mayoritas itu di Abdul Hadi dan Ahmada,” ujarnya lagi.
Hal tersebut, kata dia, terjadi bukan karena kesengajaan tapi lebih karena factor kesalahan system dalam membaca data.
“Jadi Ketika pleno kami kembalikan sesuai from C1 di tiap TPS meskipun data di sirekap belum diubah,” katanya lagi.
Hal yang sama juga sesuai dengan pengakuan beberapa petugas KPPS di Gayo Lues dan Bireuen.
“Dari 880 dikembalikan kehitungan awal, pasti jauh lah. Tapi memang harus diperbaiki,” kata Muhammad, salah seorang anggota PPK di Gayo Lues.
Sebelumnya diberitakan, update perolehan suara calon DPD RI asal Aceh di situs pemilu2024.kpu.go.id terhenti sejak Sabtu malam, 18 Februari 2024.
Kondisi ini terjadi karena ada banyak kesalahan input di situs tersebut untuk Paslon Presiden dan DPD RI, termasuk untuk perhitungan DPD RI asal Aceh.
Pantauan wartawan di situs Sirekap KPU RI, Terhenti pada 17 Februari 2024, pukul 19.13 WIB dengan progress 8713 dari 16046 TPS atau 54,30 persen.
Namun puluhan kesalahan input yang ditemukan disirekap KPU RI belum juga diperbaiki hingga Minggu sore 18 Februari 2024.
Puluhan kesalahan input ini terjadi hampir tiap kecamatan di 23 kabupaten kota di Aceh. Mayoritas kesalahan input ini terjadi pada perhitungan suara miliki Abdul Hadi Bang Joni, Teungku Ahmada dan Darwati A Gani.
Dimana, perolehan suara satuan hingga belasan di tiap TPS (salah input-red) berubah menjadi 800-san. Sayangnya, akumulasi kesalahan input ini membuat ketiga caleg DPD ini berada di peringkat 4 besar sementara.












