BANDA ACEH – Perolehan suara calon DPD RI, Azhari Cage, mendadak mengalami peningkatan drastis dalam pleno kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur.
Hasil penelusuran from C1 sebanyak 31 dari 37 TPS, atau posisi 83 persen di Sirekap KPU RI, perolehan suara Cage baru 197 suara. Sementara suara Sudirman Haji Uma sudah 2.983 suara.
Namun direkap D1 Hasil Pleno Kecamatan Idi Tunong, suara Azhari Cage tiba-tiba jadi 1.919 suara. Sementara Sudirman Haji Uma 3.700 suara.
Artinya, dari 6 TPS sisa, suara Cage mengalami peningkatan 1722 suara. Sementara di 6 TPS sisa, suara Sudirman Haji Uma cuma bertambah 717 suara.
Total suara Azhari Cage dan Sudirman Haji Uma di 6 TPS sisa yang tak diinput di Sirekap berjumlah 2.439 suara.
Sementara aturan KPU per TPS maksimal DPT sebanyak 300 orang atau maksimal pemilih di 6 TPS yang belum diinput adalah 1.800 orang. Artinya, penambahan suara Azhari Cage di luar normal.
Sementara itu, perolehan suara salah satu Caleg DPD RI juga diduga ‘digelembungkan’ di D1 Hasil Pleno Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie.
Hasil penelusuran wartawan, Senin sore 26 Februari 2024, pukul 17.30 WIB, salah satu Caleg DPD RI direkap D1 Pleno Kecamatan Mane tertulis memiliki suara 1.771.
Namun saat ditelusuri berdasarkan from C1 dari 25 TPS di Kecamatan, caleg tersebut semestinya hanya memiliki 462 suara.
Kecamatan Mane sendiri memiliki 4 desa, seperti Desa Mane, Desa Lutueng, Desa Blang Dalam dan Desa Turue Cut.
Awal penelusuran ini berdasarkan pengakuan salah satu warga Mane di media sosial Aceh yang menilai ada keanehan dari D1 Pleno Kecamatan Mane.
“Saat pemilihan, Caleg DPD ini tidak memiliki suara banyak di beberapa TPS Mane, tapi direkap D1 Pleno tertulis 1.771. Ini aneh,” tulisnya.
“Mane itu kecamatan kecil, jadi bisa langsung tahu kalau ada kejanggalan,” kata Mustafa, warga Mane lainnya.








