Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Belum setahun Perbaikan Jalan Nasional di Aceh Selatan Mulai Rusak,PPK Wilayah 24 Dan Kontraktor Diduga Main Mata

Admin by Admin
25/03/2024
in Lintas Barat Selatan
0
Belum setahun Perbaikan Jalan Nasional di Aceh Selatan Mulai Rusak,PPK Wilayah 24 Dan Kontraktor Diduga Main Mata

Aceh Selatan – Pengerjaan proyek perbaikan jalan nasional lintas Blang Pidie bakongan yang dikerjakan oleh pihak kontraktor, dibawah pengawasan PPK 24 Aceh, kemungkinan asal jadi, pada kamis (25/3/2024).

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pukat, Adi Irwan menyebutkan bahwa terlihat dari badan jalan yang dikerjakan, belum sampai satu tahun sudah hancur diatas bahu jalan nasional lintasan Tapaktuan Kota fajar itu.

“Diduga Kualitas aspal yang dipakai juga perlu dipertanyakan dan dilakukan pengkajian ulang hal ini didasari oleh temuan dilapangan, bahwa aspal yang dipakai terlihat tidak mengeras,” ujar Adi Irwan.

Menurutnya, selayaknya aspal untuk standar jalan nasional yang 24 jam rutinitas masyarakat lalu lalang, kendaraan dengan bobot yang dari ukuran kecil hingga kapasitas puluhan ton muatannya tentu akan berdampak pada aspal disaat aspal yang dipakai tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) kita.

Disamping itu, Adi Irwan menjelaskan temuan di lapangan wilayah Desa Seuneubok kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh selatan terdapat material bes aspal bukan tipe A yang menjadi ketentuan standar jalan Nasional.

“Material bes nya terdapat banyak batuan bulan yang belum di graser, tentu saja kondisi bes yang tidak bagus akan menurunkan kualitas dari aspek kualitas kekuatan dari jalan itu sendiri,” jelasnya.

Adi Irwan menyampaikan, maka tidak asing bagi kita melihat jalan yang baru dibangun lalu ambruk, meler dan tidak sedikit menciptakan lubang baru disampingnya.

“Hal tersebut tentu bisa kita lihat disepanjang lintasan jalan nasional wilayah Aceh selatan. Apalagi pola yang dipakai rehab Minol artinya ditambal pada jalan yang sudah berlubang atau badan jalan yang sudah turun, apalagi sebagian tempat penambalan jalan dengan pola aspal masak ditambah mesin kompresnya Dompeng.” ujarnya.

Adi irwan menduga selama ini PPK wilayah 24 Aceh Selatan tidak melakukan pengawasan maksimal atau dugaan kita ada main mata dengan pihak kontraktor yang penting laporan siap.

Mengingat dengan dana milyaran rupiah yang dikucurkan Setiap tahun hanya menghabiskan anggarannya sebagai progres dana yang diajukan ke balai pengawasan jalan nasional yang menurut kami hal perlu dievaluasi demi terjaganya keuangan negara yang disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kita menduga bahwa PPK wilayah 24 Aceh Selatan tidak profesional dalam pengelolaan keuangan negara dan kita meminta kepada BPK RI perwakilan provinsi Aceh untuk melakukan audit mendalam terhadap PPK wilayah 24 Aceh selatan,” kata Adi Irwan.

Dia menambahkan adapun dalam pelaksanaan proyek-proyek jalan Nasional dalam wilayahnya yakni, mulai dari perbaikan jalan, perbaikan drainase, pembuatan jembatan, pembersihan bahu jalan, pembuatan tanggul pengaman tebing yang memakai batu sungai bukan baru gunung dan kegiatan lainnya di dalam instansi ini.

Previous Post

Pengungsi Etnis Rohingya di Aceh Barat Berjumlah 75 orang

Next Post

Realisasi Belanja di Aceh hingga Februari 2024 Capai Rp6,02 Triliun

Next Post
Realisasi Belanja di Aceh hingga Februari 2024 Capai Rp6,02 Triliun

Realisasi Belanja di Aceh hingga Februari 2024 Capai Rp6,02 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Belanja Naik Rp72 Miliar, Pendapatan Anjlok Rp134 Miliar: APBK-P Pidie Defisit Rp218 Miliar

Belanja Naik Rp72 Miliar, Pendapatan Anjlok Rp134 Miliar: APBK-P Pidie Defisit Rp218 Miliar

29/09/2026
APBK Perubahan 2026 Pidie Masuk Tahap Pengawasan, Alzaizi: Penutupan Bukan Akhir Tanggung Jawab

APBK Perubahan 2026 Pidie Masuk Tahap Pengawasan, Alzaizi: Penutupan Bukan Akhir Tanggung Jawab

29/09/2026
Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

29/09/2026
Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

29/09/2026
DPD RI Aceh Minta Dukungan Museum Tsunami untuk Perluas Pengenalan Lembaga kepada Masyarakat

DPD RI Aceh Minta Dukungan Museum Tsunami untuk Perluas Pengenalan Lembaga kepada Masyarakat

29/09/2026

Terpopuler

Belum setahun Perbaikan Jalan Nasional di Aceh Selatan Mulai Rusak,PPK Wilayah 24 Dan Kontraktor Diduga Main Mata

Belum setahun Perbaikan Jalan Nasional di Aceh Selatan Mulai Rusak,PPK Wilayah 24 Dan Kontraktor Diduga Main Mata

25/03/2024

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

Tiga Guru SMAN 1 Tapaktuan Ikuti Pelatihan Fasda Bidang STEM

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com