Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aceh Diminta Perkuat Kerjasama Antardaerah untuk Jaga Stok Beras

redaksi by redaksi
18/05/2024
in Ekonomi
0
Aceh Diminta Perkuat Kerjasama Antardaerah untuk Jaga Stok Beras

Arsip foto - Petugas mendata jumlah stok cadangan beras pemerintah di gudang Perum Bulog Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (24/4/2024). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.

Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) mendorong Pemerintah Aceh untuk memperkuat kerja sama antardaerah (KAD) dalam upaya menjaga ketersediaan stok pangan, terutama komoditas beras yang paling tinggi penyumbang inflasi.

“(Bank Indonesia) mendorong kerja sama antardaerah (KAD) dan stabilisasi suplai gabah untuk menjaga inflasi komoditas beras,” kata Kepala BI Aceh Rony Widijarto, di Banda Aceh, Jumat.

Penyataan itu diutarakan Rony dalam Laporan Perekonomian Aceh Februari 2024, sebagai rekomendasi kebijakan bagi Pemprov Aceh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi paling barat Indonesia itu pada masa akan datang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh mengalami inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,14 persen pada April 2024 atau pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah, dengan penyumbang inflasi tertinggi dari komoditas beras sebesar 0,70 persen, disusul bawang merah sebesar 0,44 persen dan cabai merah sebesar 0,39 persen.

Rony menjelaskan, kerja sama antardaerah penting untuk diperkuat. Apalagi pasokan beras Aceh kerap didatangkan dari luar Aceh pada periode-periode tertentu. Padahal jika dihitung secara tahunan, produksi beras Aceh mengalami surplus.

“Gabah dari Aceh dijual ke Sumatera Utara untuk diolah, kemudian beras dijual kembali ke Aceh,” ujarnya.

Kondisi ini, kata Rony, menyebabkan harga beras dapat meningkat atau lebih tinggi daripada harga lokal. Maka beras lokal berpotensi kalah saing dengan beras luar yang kualitas lebih baik, sehingga akan berdampak pada berkurangnya pendapatan.

Maka, hal yang dapat dilakukan dalam kondisi tersebut ialah menginisiasikan optimalisasi sistem resi gudang (SRG) yang dikelola oleh profesional, terutama untuk komoditas beras dan meningkatkan kualitas pengolahan padi di Aceh untuk menjadi beras kualitas super.

Selanjutnya melakukan kerja sama antardaerah dapat dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras di Aceh. KAD dapat dilakukan dalam bentuk gabah, untuk menstabilkan pasokan gabah di Aceh sepanjang tahun.

“Ataupun dapat dilakukan langsung dengan berbentuk beras dengan upaya menstabilkan pasokan sepanjang tahun,” ujarnya.

Di samping itu, BI juga mengingatkan Pemprov Aceh untuk terus menjaga ketersediaan pasokan pangan melalui dua program strategis yaitu peningkatan produksi pangan lokal dan importasi produk pangan.

Menurut dia, peningkatan produksi pangan lokal, terutama untuk hortikultura yang kerap menjadi penyumbang inflasi seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Kemudian produksi komoditas peternakan penyumbang inflasi seperti daging sapi, daging ayam, dan telur ayam, serta peningkatan produksi komoditas perikanan.

“Peningkatan produksi juga didukung oleh pembangunan dan optimalisasi sarana produksi dan infrastruktur pertanian, pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, dan kanal pengendalian banjir seperti contoh di Aceh Tamiang,” ujarnya lagi.

Selain itu, juga dapat dilakukan korporatisasi klaster petani pangan, dan pengaturan jadwal tanam komoditas pangan. Selanjutnya, juga diperlukan impor komoditas yang sulit diproduksi secara lokal seperti bawang putih dan gula pasir.

Sumber: antara

Previous Post

Dinkes Banda Aceh Gelar Pertemuan Audit Kasus Kematian Ibu dan Anak

Next Post

Aceh Besar Targetkan Populasi Sapi Sebanyak 86.658 Ekor

Next Post
Aceh Besar Targetkan Populasi Sapi Sebanyak 86.658 Ekor

Aceh Besar Targetkan Populasi Sapi Sebanyak 86.658 Ekor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

21/04/2026
Ketua DPRK Dukung Forkom KDMP Banda Aceh Jadi Motor Penggerak Kemandirian Gampong

Ketua DPRK Dukung Forkom KDMP Banda Aceh Jadi Motor Penggerak Kemandirian Gampong

21/04/2026
Mendagri Ingatkan Pentingnya Tata Kota Terarah di Aceh

Mendagri Ingatkan Pentingnya Tata Kota Terarah di Aceh

21/04/2026
Aceh Rebut Delapan Medali di Kejurnas Angkat Besi Senior

Aceh Rebut Delapan Medali di Kejurnas Angkat Besi Senior

21/04/2026
Nyan, Petani Sawit Aceh Masih Berjuang Pulihkan Kebun

Nyan, Petani Sawit Aceh Masih Berjuang Pulihkan Kebun

21/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Aceh Diminta Perkuat Kerjasama Antardaerah untuk Jaga Stok Beras

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com