Banda Aceh—Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (PBI FKIP USK) menyelenggarakan lokakarya penerapan Metode Pembelajaran Team Based Project untuk para dosen PBI FKIP USK, Rabu (26/6/2024).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kuliah Doktor Pendidikan FKIP USK itu dibuka langsung oleh Dekan FKIP, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes., yang dihadiri oleh dosen dan sejumlah mahasiswa Pascasarjana MPBI USK.
Dalam sambutannya, Syamsulrizal menyampaikan apresiasi kepada Jurusan PBI karena terus berupaya mengembangkan proses pembelajaran kekinian sesuai tuntutan kurikulum terbaru.
“Kita tahu, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia terakreditasi Unggul. Mempertahankan status tersebut tentunya harus dengan kerja keras dan serius sehingga status akan terus seiring dengan output dan outcome,” ujarnya.
Oleh karenanya, Syamsulrizal berpesan kepada seluruh dosen dan peserta lokakarya agar dapat mengikuti kegiatan tersebut secara serius dan maksimal. Apalagi, kata dia, pemateri yang diundang memang pakar dalam bidang penerapan model pembelajaran berbasis proyek untuk bidang Bahasa dan Sastra Indonesia, yakni Prof. Dr. Endry Boeriswari, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Jakarta.
Ketua Jurusan PBI FKIP USK, Dr. Drs. Denni Iskandar, M.Pd., juga menyampaikan hal yang sama. Kata Denni, workshop atau lokakarya penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek ini merupakan rencana yang sudah dipersiapkan sejak awal tahun lalu agar para dosen PBI dapat melakukan penyesuian metode dan model pembelajaran kontemporer sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka.
“Secara umum kita memang sudah mendengar pembelajaran berbasis proyek, tetapi bagaimana sebenarnya persiapan dan penerapan yang harus dilakukan oleh setiap pengajar sehingga pembelajaran berbasis proyek ini maksimal dan diakui secara administratif oleh kurikulum? Dokumen perencanaan pembelajaran sampai dengan hasil yang diharapkan itu seperti apa? Inilah tujuan kita membuat kegiatan ini,” kata Denni.
Selanjutnya, pemateri workshop, Prof. Endry Boeriswari mengatakan pembelajaran berbasis proyek itu harus dipersiapkan sejak awal, harus tecermmin dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
“Jangan hanya dilaporkan di akhir bahwa mata kuliah ini berbasis proyek, tetapi apakah sudah tercermin pada RPS? Ini penting, Bapak Ibu,” ujarnya.
Menurut Prof. Endry, pembelajaran berbasis proyek itu harus mampu membuat keterlibatan pengalaman mahasiswa, sistematis dan analitis, memproduksi informasi, mempublikasikan hasil proyek.
“Semua dikemas dalam bentuk pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif. Tidak ada pembelajaran berbasis proyek tanpa kasus. Kasus itu penting,” tegasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid yang dimoderatori oleh Nurrahmah, dosen muda Jurusan PBI FKIP USK.

![[Opini] Peran Teknologi dalam Pengawasan dan Penegakan Hukum Terhadap Judi Online](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-26-at-11.49.26-75x75.jpeg)









