Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Ketum PBNU: Aceh Harus Menjadi Serambi Indonesia

redaksi by redaksi
01/07/2024
in Nanggroe
0
Ketum PBNU: Aceh Harus Menjadi Serambi Indonesia

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menginginkan Aceh tidak hanya menjadi Serambi Mekkah tapi juga Serambi Indonesia. Foto/istimewa

JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan, tantangan ekonomi global yang akan dihadapi Indonesia akan semakin kompleks. Ekonomi mulai bergeser dan akan segera dikuasai oleh negara-negara yang berada di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

“Ekonomi nanti akan dirajai Samudera Pasifik dan Hindia. Karena nanti kita lihat frekuensi ekonomi segera meningkat, mulai Afrika, Timur Tengah, Indonesia dan sebagainya masuknya melalui Samudera Pasifik dan Hindia,” kata Gus Yahya, saat menghadiri silaturahmi dengan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), di Banda Aceh, Minggu, 30 Juni 2024.

Menurut Gus Yahya, masa depan ada di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Gus Yahya lantas bercerita ketika 2016 dirinya menjadi satu-satunya tokoh ormas yang diundang menjadi bagian dari komite Indo Pasifik di Inggris.

Pada saat itu, dinamika strategis Samudera Hindia dan Pasifik termasuk lalu lintas ekonomi mulai dibicarakan dengan serius oleh para diplomat senior yang ada di komite itu.

“Samudera Pasifik, ada persentuhan Filipina, Papua dan sebagainya. Tapi Samudera Hindia, kita tahu yang ada di garis paling depan adalah Aceh,” ujar Gus Yahya.

Karenanya, saat berkunjung ke Aceh ini, Gus Yahya menyampaikan ke Penjabat Gubernur Aceh agar bisa mengupayakan menjadikan Aceh sebagai serambinya Indonesia.

“Kalau sekarang dikenal sebagai serambi Mekah. Kita harus berjuang supaya Aceh sungguh berfungsi sebagai serambi Indonesia,” kata Gus Yahya.

Kenapa serambi Indonesia, karena Aceh berada di garis paling depan dan menjadi benteng sekaligus pintu utama ekonomi Indonesia. Bahkan dulu Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) pernah sangat ngotot untuk membangun pelabuhan terbuka di Sabang, Aceh.

“Dalam keadaan begini. Tidak bisa tidak, Aceh ini memerlukan konsolidasi nasional Indonesia sehingga bisa memobilisasikan sumber daya secara fokus untuk Aceh. Juga sebagai pertahanan misalnya. Juga sebagai fasilitas ekonomi,” kata Gus Yahya.

Dengan dinamika seperti ini, Gus Yahya berpesan kepada warga Aceh untuk segera membuka diri. Saudi Arabia bisa menjadi contoh yang sebelumnya sangat tertutup dan kini mulai sadar dan segera membuka diri dalam dinamika international.

“Dulu, Saudi sangat menutup diri, warganya tidak bisa langsung terlibat dalam dinamika internasional. Tapi belakangan mereka sadar warganya akan kalah di tengah gelombang internasional. Sekarang mereka tergopoh-gopoh,” ujar Gus Yahya.

Karenanya, Aceh harus segera mengantisipasi. Karena jika gelombang besar ekonomi datang, maka dampaknya akan lebih serius dibandingkan Tsunami Aceh.

“Aceh saya kira harus berpikir antisipatif. Karena yang datang gelombang yang sangat kompleks dan Aceh harus siap menyambut itu. Aceh hanya bisa bertahan dan membangun keunggulannya ketika Aceh sungguh bisa berfungsi sebagai serambi Indonesia,” kata Gus Yahya. []

Sumber: sindonews.com

Previous Post

LSI: Ada Pengaruh Jokowi di Balik Unggulnya Kaesang di Survei Pilkada

Next Post

Jemaah Hari Asal Aceh Mulai Tinggalkan Mekkah Menuju Madinah

Next Post
Jemaah Hari Asal Aceh Mulai Tinggalkan Mekkah Menuju Madinah

Jemaah Hari Asal Aceh Mulai Tinggalkan Mekkah Menuju Madinah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Langsa Gagalkan Peredaran Tiga Kilogram Sabu-sabu

Polres Langsa Gagalkan Peredaran Tiga Kilogram Sabu-sabu

21/05/2026
Kemensos Siapkan Bantuan Pascabencana Rp 1 Triliun Lagi untuk Aceh-Sumut

Kemensos Siapkan Bantuan Pascabencana Rp 1 Triliun Lagi untuk Aceh-Sumut

21/05/2026
Mengkritik untuk Menjaga: Mahasiswa, JKA, dan Demokrasi yang Sehat di Aceh

Mengkritik untuk Menjaga: Mahasiswa, JKA, dan Demokrasi yang Sehat di Aceh

21/05/2026
Ajang Internasional WYIE di Malaysia, Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Medali Emas

Ajang Internasional WYIE di Malaysia, Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Medali Emas

21/05/2026
STAI Nusantara Kukuhkan Ketua YARA Jadi Kaprodi Hukum Tata Negara

STAI Nusantara Kukuhkan Ketua YARA Jadi Kaprodi Hukum Tata Negara

21/05/2026

Terpopuler

Ohku, Huntara Proyek PT HK Rusak Akibat Angin Kencang di Pidie Jaya

Ohku, Huntara Proyek PT HK Rusak Akibat Angin Kencang di Pidie Jaya

20/05/2026

Empat Mahasiswa Abdya Penerima Beasiswa MPR RI Resmi Dilepas ke China

Pencabutan Pergub JKA: Antara Pernyataan Politik dan Keabsahan Normatif

Mualem: Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

Perdana Menghadiri Wisuda Lokal, Prof. Heru Fahlevi Sampaikan Mimpi USK

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com