BANDA ACEH – Azhari Cage, mantan Ketua Komisi 1 DPR Aceh yang juga Jubir KPA Pusat, mengutuk keras atas pembantaian dan diskriminalisasi serta intoleran terhadap umat Islam di India.
“Saya mengutuk keras atas apa yang terjadi di India terhadap umat Islam. Yang terjadi disana sungguh sangat tidak berperikemanusiaan,” ujar Azhari Cage.
“Umat islam diserang oleh orang-orang yang beragama hindu sampai-sampai mesjid dibakar, kalau umat Islam yang melakukan nya ini tentu sudah heboh dunia internasional dan langsung dituduh teroris tapi kalau terjadi atas umat Islam, dunia seakan diam organisasi. Organisasi HAM seakan bungkam ini sangat kita sesalkan.”
Azhari Cage meminta kepada Plt Gubernur, DPR Aceh dan juga pemerintah pusat agar bersuara terhadap pembantaian dan pembakaran mesjid di India.
“Karna ini sangat jauh dari toleransi beragama dan sangat-sangat biadap, sebagai umat Islam saya mengutuk keras atas intoleran yang terjadi di India. Sebagai muslim, tentunya dimanapun muslim yang ada di belahan dunia adalah ibarat tubuh yang satu yaitu bersaudara. Apabila salah satu dari mereka sakit maka kita merasakan sakit nya juga,” kata Azhari Cage.
“Saya heran dengan pemerintah Aceh dan DPRA, kalau bagian anggaran dan AKD mereka saling bertikai dan menyerang, tetapi ketika masalah yang menyangkut dengan pembantaian umat muslim di India, meraka diam tidak bersuara. Yakinlah pangkat dan jabatan itu dunia semua. Hendak nya pangkat dan jabatan itu dipergunakan untuk kepentingan Islam dan orang banyak,” kata mantan kombatan GAM yang dikenal vocal selama di DPR Aceh ini.
“Kita bersedih kenapa ketika pembantaian umat islam di India, Uighur,Suriah Palestina, tetapi umat Islam dan negara-negara Islam masih banyak diam dan belum bersatu,” ujarnya lagi.
Azhari Cage mengajak Aceh dan DPR Aceh untuk bersuara tentang hal ini. “Bila kita diam tanpa suara apapun suatu saat bukan tidak mungkin hal-hal demikian akan Aceh rasakan. Allah sedang menguji umat Islam di belahan bumi India. Saya mengajak seluruh rakyat Aceh mari kita berdoa di dayah-dayah, di masjid, meunasah untuk keselamatan, ketabahan dan ujian Allah cepat berlalu untuk 200 juta umat Islam yang ada di India atau 14 persen dari jumlah penduduk India secara keseluruhan,” ujarnya lagi.








