TERNATE – Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azahari MSi sampaikan apresiasi atas masuknya Group Ceudah Meutuah MTsN 1 dalam kategori kelompok, yang diumumkan sore Kamis, 5 September 2024.
Kabid Penmad H Zulkifli SAg MPd sampaikan, bahwa pola KSM 2024 memang ada beberapa perbedaan, misalnya ada tahap grand final yang pada tahap ini diikuti oleh 6 siswa terbaik per bidang studi pada kategori individual dan 3 regu terbaik berdasarkan hasil seleksi pada tahap final.
“Alhamdulillah tim MTsN 1 bisa masuk satu dari tiga kelompok, ke grand final,” sebut Kabid Penmad.
Ketiga siswa yang masuk grand final kategori Kelompok/Beregu, dari Group Ceudah Meutuah MTsN 1 Banda Aceh ialah Ahmad Raynanda Mulya, M Rofi Fakhrian Lubis, dan Ully Irfan Mahrus). Duta Aceh ini saat KSM Nasional tingkat provinsi, Peringkat 6 Terbaik Nasional bidang Sosial Sains terpadu (Matematika, IPA, dan IPS).
Babak grand final diperuntukkan untuk 6 untuk kategori individu pada masing-masing bidang studi dan jenjang, serta 3 untuk kelompok.
Babak grand final berlangsung Jumat sore, 6 September 2024, di Gedung Terpadu Prof Dr KH Ma’ruf Amin MA IAIN Ternate.
KSM tahun ini ada perbedaan pada pola grand final ini. KSM tahun sebelumnya, para juara terus dirangking utuk juara 1, 2, dan 3, bisa juara 1 beberapa siswa/kelompok, dan juara 2 bisa untuk beberapa siswa/kelompok, serta juara 3 bisa untuk beberapa siswa/kelompok.
Sejak Rabu, KSM 2024 diikuti dua kategori peserta, yakni kategori peraih 10 besar nilai terbaik secara nasional dari seleksi di tingkat provinsi serta kategori beregu.
Dalam kategori individu, terdapat 110 peserta yang berhasil masuk sebagai 10 besar terbaik dari seleksi nasional di 11 mata pelajaran yang dilombakan.
Di sisi lain, kategori beregu yang diikuti 90 peserta. Mereka adalah 10 tim terbaik dari tiga jenjang pendidikan madrasah, masing-masing tim terdiri dari tiga siswa.
Di samping itu, ada juga perwakilan dari 34 Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama. Setiap Kanwil mengirim 11 siswa untuk kategori individu per mata pelajaran dan tiga tim beregu. Dengan demikian, jumlah total peserta yang seharusnya hadir adalah 880 orang. Namun, tercatat dua Kanwil tidak mengirimkan peserta beregu. Sehingga, total kehadiran sebanyak 862 peserta.[]











