Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Empat Dosen Unimal Panelis Debat Publik Pilkada Aceh Tenggara

redaksi by redaksi
19/11/2024
in Lintas Tengah
0
Empat Dosen Unimal Panelis Debat Publik Pilkada Aceh Tenggara

Dosen Unimal sebagai panelis Debat Kandidat Bupati-Wakil Bupati Aceh Tenggara. Foto : Ist

Kutacane – Debat Publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Aceh Tenggara yang digelar pada Rabu, 13 November 2024, menjadi momentum penting dalam menilai komitmen dan kapabilitas para pasangan calon bupati dan wakil bupati. Demikian komentar ketua tim perumus Debat, Masri Amin, ketika dihubungi Unimalnews, Kamis (14/11/2024).

Kegiatan Debat dilangsungkan di Gedung DPRK Aceh Tenggara, pukul 19.30 WIB. Menghadirkan tiga pasangan calon (paslon) dengan beragam program unggulan yang diuji di hadapan panelis, massa pendukung, tokoh publik Aceh Tenggara.

Empat akademisi dari Universitas Malikussaleh dilibatkan sebagai panelis, yakni Dr Alfian, Dr Ismadi, Teuku Kemal Fasya.MHum, dan Bobby Rahman, MSi Kehadiran mereka tidak hanya memberikan bobot intelektual pada debat, tetapi juga memperlihatkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan demokrasi lokal.

Debat kali ini mengusung tiga subtema yang menyoroti isu-isu mendesak di Kabupaten Aceh Tenggara, yaitu Pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, dan reformasi birokrasi; Pembangunan kawasan ekonomi, pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan lingkungan hidup; Layanan pendidikan dan kesehatan, pemajuan kebudayaan, serta program pencegahan dan bahaya narkoba.

Ketiga pasangan calon yang berkompetisi adalah Paslon 1 HM Salim Fakhry dan Heri Al Hilal, Paslon 2 Raidin Pinim dan Syahrizal, dan Paslon 3 Pandi Sikel dan Khairul Abdi.

Beberapa isu krusial yang menjadi perhatian adalah bagaimana tata kelola pemerintahan dapat berjalan transparan dan efektif, serta langkah konkret dalam mengatasi kemiskinan yang masih menjadi persoalan utama di wilayah ini.

Teuku Kemal Fasya, salah satu panelis, menyoroti perlunya integrasi antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. “Aceh Tenggara memiliki potensi sumber daya alam yang besar, tetapi jika tidak dikelola secara berkelanjutan, hal ini justru akan menjadi bumerang bagi masyarakat di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ismadi mempertanyakan kesiapan para kandidat dalam mengatasi tantangan pendidikan dan kesehatan, dua sektor yang kerap kali menjadi indikator utama kesejahteraan masyarakat.

Debat publik ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menilai keseriusan para kandidat dalam menjawab isu-isu strategis. Alfian, menyatakan bahwa debat kali ini menjadi ujian bagi kandidat untuk memperlihatkan kapasitas kepemimpinan mereka. “Publik membutuhkan jawaban yang lebih konkret, bukan sekadar janji-janji politik. Para panelis sudah berusaha menggali hal tersebut, tetapi hasilnya bergantung pada kesiapan kandidat,” tegasnya.

Kehadiran dosen-dosen Unimal dalam debat publik ini menunjukkan peran Unimal sebagai katalisator dalam memperkuat proses demokrasi. Dengan pendekatan berbasis data dan analisis kritis, mereka memberikan perspektif yang objektif untuk menilai kelayakan kandidat dalam memimpin Kabupaten Aceh Tenggara.

Debat ini ditutup dengan harapan agar masyarakat Aceh Tenggara dapat menggunakan hak pilih mereka dengan cerdas pada hari pencoblosan mendatang. Demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh kandidat yang kompeten, tetapi juga oleh pemilih yang kritis dan berdaya.

“Pilkada bukan sekadar tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana proses ini menjadi pembelajaran politik bagi semua pihak,” tutup Bobby Rahman.

Previous Post

10 Daerah di Aceh Sudah Tuntaskan Pencairan Dana Desa 2024

Next Post

94 Pejudi Online di Aceh Ditangkap dalam Sebulan Terakhir

Next Post
94 Pejudi Online di Aceh Ditangkap dalam Sebulan Terakhir

94 Pejudi Online di Aceh Ditangkap dalam Sebulan Terakhir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Seorang Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

Jamaah Haji Asal Aceh yang Meninggal Dunia Jadi Empat Orang

31/05/2026
Wamenko Otto Ajak Generasi Muda Perkuat Kesadaran Hukum dan Nilai Kebangsaan di Aceh

Wamenko Otto Ajak Generasi Muda Perkuat Kesadaran Hukum dan Nilai Kebangsaan di Aceh

31/05/2026
Open House Idul Adha, Ribuan Warga Padati Kediaman Bupati Aceh Besar

Open House Idul Adha, Ribuan Warga Padati Kediaman Bupati Aceh Besar

31/05/2026
Gempa Dangkal di Bener Meriah Dipicu Sesar Aktif

Sabtu, Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Simeulue

31/05/2026
MUQ Aceh Selatan Gelar Sedekah Daging Kurban, Pererat Kebersamaan Santri dan Guru

MUQ Aceh Selatan Gelar Sedekah Daging Kurban, Pererat Kebersamaan Santri dan Guru

31/05/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

30/05/2026

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

Empat Dosen Unimal Panelis Debat Publik Pilkada Aceh Tenggara

Ketua dan Kader Gerindra Abdya Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com