Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kongres ISNU: Politisi Dihimbau Tak Gunakan Agama untuk Kepentingan Politik

Atjeh Watch by Atjeh Watch
30/11/2024
in Nasional
0
Kongres ISNU: Politisi Dihimbau Tak Gunakan Agama untuk Kepentingan Politik

Balikpapan – Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) menegaskan bahwa partai politik dan politisi di Indonesia harus menghentikan praktik penggunaan identitas agama dalam pertempuran politik.

Hal ini disampaikan dalam Kongres III ISNU yang digelar di Asrama Haji Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 29 November hingga 1 Desember 2024.

Kongres yang dihadiri oleh perwakilan dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang se-Indonesia, dan Pimpinan Cabang Khusus ini, turut melahirkan sejumlah rekomendasi.

Dari perwakilan Pengurus Wilayah Aceh, hadir Ketua Prof Dr Ismail Ar Rauf Ismail Nasution, Sekretaris Dr Rahmad Syah Putra, Bendahara Arkin, serta Sekretaris PC Kota Langsa, Muttaqin.

Sekretaris PW ISNU Aceh, Dr Rahmad Syah Putra, menegaskan bahwa peserta kongres sepakat penggunaan agama sebagai alat politik untuk meraih dukungan hanya akan merusak prinsip-prinsip demokrasi, memecah belah masyarakat, dan memperburuk polarisasi sosial yang sudah semakin tajam.

“Menggunakan agama untuk meraih kekuasaan dalam pemilu atau pilkada adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Ini dapat merusak kerukunan antarumat beragama dan memperburuk polarisasi sosial yang sedang terjadi di Indonesia,” ujar Rahmad.

Kongres ISNU juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, politik harus selalu berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan kesetaraan antarumat beragama.

“Politisi diharapkan fokus pada isu-isu substantif yang lebih mendasar, seperti kesejahteraan rakyat, pembangunan ekonomi, dan penegakan hukum, tanpa melibatkan agama dalam kontestasi politik,” tegas Rahmad.

Selain itu, Rahmad Syah Putra juga menyampaikan bahwa kongres ini menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah untuk lebih tegas mengatur politik identitas, khususnya dalam kaitannya dengan agama. Pemerintah diminta memastikan agar politik Indonesia berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, kebhinekaan, dan demokrasi yang berlandaskan Pancasila.

Pernyataan tersebut juga sejalan dengan upaya ISNU untuk memperkuat jaringan Islam moderat di Indonesia. ISNU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kesatuan bangsa dengan mengutamakan dialog, toleransi, dan pemahaman antaragama.

Di sisi lain, Bendahara PW ISNU Aceh, Arkin, menambahkan bahwa kongres kali ini juga difokuskan pada penguatan peran ISNU dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, seperti radikalisme, ketimpangan ekonomi, dan penurunan nilai-nilai nasionalisme.

“Rekomendasi strategis yang dihasilkan kongres ini, termasuk penguatan ekonomi inklusif dan penanggulangan radikalisme berbasis pendekatan kemanusiaan dan pendidikan karakter,” ujarnya.

ISNU juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat dan reformasi agraria yang lebih adil. Poin penting lainnya adalah mendorong pembangunan ekonomi inklusif, penguatan UMKM, pengendalian inflasi, serta memperbaiki tata kelola energi dan redistribusi tanah untuk petani.

Melalui rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan, ISNU berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan berperadaban unggul.

“Kongres ini bukan hanya untuk konsolidasi internal, tetapi juga sebagai langkah konkret menuju generasi emas yang mampu bersaing di kancah global,” tutupnya.

Pada konggres III ISNU tahun 2024 Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA. terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Periode 2024-2029 menggantikan Prof Dr H Ali Masykur Musa, MSi MHum [ ]

Previous Post

[Opini] Menuju Kesetaraan Gender yang Inklusif; Peran Interseksionalitas dalam Pemberdayaan

Next Post

Mualem–Dek Fadh Menang Telak di Abdya, Panglima Doraman Sampaikan Terimakasih ke Semua Pihak

Next Post
Mualem–Dek Fadh Menang Telak di Abdya, Panglima Doraman Sampaikan Terimakasih ke Semua Pihak

Mualem–Dek Fadh Menang Telak di Abdya, Panglima Doraman Sampaikan Terimakasih ke Semua Pihak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

12/07/2026
40 Peternak Itik di Aceh Barat Raih Manfaat Program Pemberdayaan Berbasis Teknologi dari UTU-UNCM

40 Peternak Itik di Aceh Barat Raih Manfaat Program Pemberdayaan Berbasis Teknologi dari UTU-UNCM

12/07/2026
Kemenkum Aceh Harmonisasi Empat Regulasi Pemkot Banda Aceh

Kemenkum Aceh Harmonisasi Empat Regulasi Pemkot Banda Aceh

12/07/2026
Dua Petugas SPBU di Nagan Ditangkap Karena Permudah Penimbun BBM Subsidi

Dua Petugas SPBU di Nagan Ditangkap Karena Permudah Penimbun BBM Subsidi

12/07/2026
Polda Aceh Temukan 20 Hektare Ladang Ganja

TNI Musnahkan 300 Ton Ganja Siap Panen di Aceh

12/07/2026

Terpopuler

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

09/07/2026

Ohku, ASN Pidie Jaya Wajib Gunakan Akun Pribadi untuk Publikasi Pemerintah

Bendungan Rukoh Resmi Beroperasi, Mampukah Menjawab Harapan Petani Pidie?

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah: Langkah Sederhana yang Menentukan Masa Depan Generasi Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com