Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

KBRI Selamatkan ART Asal Pasuruan Korban Kekerasan di Malaysia

redaksi by redaksi
10/06/2025
in Nasional
0

Ilustrasi. KBRI Kuala Lumpur mendata kekerasan dan penelantaran PMI yang bekerja sebagai ART masih terus terjadi di negeri jiran. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)

Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, menyelamatkan seorang asisten rumah tangga (ART) asal Pasuruan, Jawa Timur, bernama Muliani (bukan nama sebenarnya) yang mengalami kekerasan oleh majikannya di Negeri Jiran.

“Muliani berhasil diselamatkan oleh KBRI Kuala Lumpur pada 9 Juni 2025 sore hari,” ujar Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, Senin (9/6).

Dubes Hermono menjelaskan penyelamatan Muliani dilakukan Polisi Subang Jaya, Selangor, bersama Tim KBRI Kuala Lumpur.

Penyelamatan itu bisa dilakukan berkat laporan tetangga majikan Muliani. Dalam laporannya, pelapor mengaku menemukan catatan di secarik kertas dari Muliani yang meminta diselamatkan karena sudah tidak tahan bekerja.

Pihak tetangga selanjutnya menghubungi KBRI menyampaikan permintaan agar pekerja Indonesia tersebut segera diberi pertolongan karena khawatir akan keamanan dan keselamatannya.

Disampaikan pula bahwa dia sering mendengar kegaduhan di rumah tetangganya yang memarahi pekerjanya dengan berteriak.

Berdasarkan laporan tersebut, KBRI Kuala Lumpur segera membuat laporan polisi ke kepolisian (setingkat polres) Subang Jaya. Selanjutnya, kepolisian Subang Jaya bersama staf KBRI KL bergegas menuju rumah majikan.

Dalam pertemuan dengan majikan dan Muliani, disampaikan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) itu menyatakan tidak tahan lagi bekerja dan minta segera dipulangkan.

Muliani menuturkan bahwa tugasnya di sana adalah menjaga orang tua dan mengerjakan pekerjaan rumah dari mulai pukul 05.30 pagi sampai pukul 22.30 malam. Hal itu telah dilakoninya sepanjang satu tahun empat bulan dia bekerja.

Dia pun mengaku selalu dimaki majikannya, padahal sudah bekerja keras sampai tidak sempat istirahat.

Dubes Hermono mengatakan saat ini Muliani telah aman dan berada di KBRI untuk proses pemulangan. KBRI juga telah memanggil agensi Malaysia yang merekrut Muliani untuk dimintai pertanggungjawaban karena lalai melakukan monitoring dan untuk menyelesaikan hak-hak Muliani.

Kekerasan berulang dialami PMI ART

Hermono menyampaikan bahwa kekerasan dan penelantaran pekerja rumah tangga masih terus terjadi.

Sebelumnya, seorang pekerja rumah tangga asal Aceh mengalami kekerasan fisik dengan luka lebam di seluruh wajahnya. Dia berhasil lari dari rumah majikan menuju kantor polisi.

Oleh polisi dia diantar ke rumah sakit dan harus rawat inap selama tiga hari. Setelah dinyatakan membaik, dia diserahkan ke KBRI KL.

Hermono menambahkan bahwa pelanggaran yang paling lazim dialami oleh pekerja rumah tangga antara lain gaji tidak dibayar, beban kerja berlebihan, larangan berkomunikasi, tidak ada hari libur hingga kekerasan fisik.

Sumber: CNNIndonesia

 

Previous Post

Perempuan Cantik Asal Sumedang Bicara Tentang Kopi Gayo

Next Post

DPR Minta Pemerintah Investigasi Izin Tambang Nikel di Raja Ampat

Next Post

DPR Minta Pemerintah Investigasi Izin Tambang Nikel di Raja Ampat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

11/06/2026
Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

11/06/2026
Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

11/06/2026
Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

11/06/2026
Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com