Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Penggiat Alam: Izin Mendaki Bukan di Kepolisian

redaksi by redaksi
31/07/2025
in Lintas Timur
0
Penggiat Alam: Izin Mendaki Bukan di Kepolisian

SIGLI – Menanggapi kasus dilarangnya para pendaki Aceh saat hendak mendaki gunung Peut Sagoe, di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie dan banjirnya komentar rumitnya perizinan dikepolisian. Padahal tidak ada aturan pendakian gunung di negeri ini.

Hal itu dikatakan oleh Penggiat alam dan wisata Pidie, Zian Mustaqin, kepada Atjehwatch.com, Kamis 31 Juli 2025.

Dikatakan Zian, sepertinya tidak ada aturan perizinan pendakian gunung, khususnya gunung yang telah dinyatakan tujuan wisata oleh pemerintah melalui kepolisian.

Selain itu, kawasan hutan juga perizinannya bukan dikepolisian, melainkan di Dinas lingkungan Hidup dan Dinas yang terkait dengan kehutanan, melalui Simaksi atau Surat masuk kawasan konservasi.

“Kalau naik gunung izin polisi, gimana warga yang mencari Rotan, Madu, Gaharu dan kekebun, mereka harus kantongi izin masuk hutan dong dari polisi. Gimana dengan gunung-gunung di Jawa, yang pengunjungnya ribuan setiap hari, sibuk bangetlah polisi disana ngurusin masalah izin pendakian,” terang Zian.

Jika pun diharuskannya Simaksi, kata dia, maka pemerintah wajib membuat pos register Simaksi. Kalau tidak ada, maka cukup dengan pemberitahuan saja kepada polisi, bukan juga perizinan, jadi setahunya tidak ada perizinan pendakian di Kepolisian.

“Harusnya pemerintah, mempermudah wisatawan mengunjungi lokasi wisata, bukan memperumit mereka dengan administrasi, apalagi bukan ranah mereka.”

“Ini sama saja, memperlihatkan minimnya literasi aparatur negara terhadap aturan yang mereka bikin sendiri,” ungkap Zian.

Zian meminta pihak kepolisian jangan memperumit wisatawan mengunjungi Pidie, wisatawan itu bawa uang ke daerah. Tinggal disosialisasikan saja, agar menjaga hutan agar tetap asri, bukan juga melarang warga menikmati alam.

“Atau jangan-jangan ada apa-apa sekarang di sepanjang jalur pendakian Peut Sagoe, secara tambang ilegal masih marak disana. Patut dicurigai ini,” katanya.

“Kami juga meminta, pemerintah memperjelas status gunung Peut Sagoe, jangan sampai tidak berkoordinasi, di pihak Propinsi mempromosikan untuk dikunjungi. Sementara disini dilarang untuk dikunjungi.”

“Kalau begini, yang jadi korban adalah warga dan pengunjung. Ini mempengaruhi investasi dan promosi daerah, karena dianggap daerah yang tidak aman,” ujar Zian.

Jikapun nanti ada yang hilang, terluka atau mati digunung, itupun bukan tanggung jawab polisi, itu tanggung jawab mereka masing-masing dan itu tugasnya juga Tim Sar, sementara polisi bertugas membantu tim Sar, baik Tim Sar Lokal ataupun Basarnas, jadi ada ranahnya masing-masing.

“Setahu saya, tidak ada selevel Kapolres yang dipindahkan atau dipidanakan karena ada orang yang meninggal atau sesat dalam hutan,” kata Zian.[Mul]

Previous Post

Sejumlah Pendaki Asal Aceh Utara Dilarang Jungle Tracking di Gunung Peut Sagoe Geumpang, Kenapa?

Next Post

HT Ibrahim: Perkuat Nasionalisme dan Patriotisme untuk Kemajuan Bangsa Jelang HUT RI ke-80.

Next Post
HT Ibrahim: Perkuat Nasionalisme dan Patriotisme untuk Kemajuan Bangsa Jelang HUT RI ke-80.

HT Ibrahim: Perkuat Nasionalisme dan Patriotisme untuk Kemajuan Bangsa Jelang HUT RI ke-80.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aceh Besar Dipecah? Wacana Kabupaten Seuramoe Aceh Muncul di Reses H. T. Ibrahim

Aceh Besar Dipecah? Wacana Kabupaten Seuramoe Aceh Muncul di Reses H. T. Ibrahim

06/09/2026
November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026
Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

06/09/2026
Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

06/09/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Penggiat Alam: Izin Mendaki Bukan di Kepolisian

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com