Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Curhat Bupati: Kami di-Prank ‘Provinsi’, Status Bencana Nasional Gagal, Malah Dibilang Cengeng..

redaksi by redaksi
06/12/2025
in Nanggroe
0
Korban Bencana di Bener Meriah ‘Jarah’ Toko Ritel

Ilustrasi. Warga korban banjir longsor di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menjarah toko-toko ritel karena logistik di daerah itu belum merata disalurkan. (AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN)

BANDA ACEH – Salah seorang bupati di Aceh mengaku sedih dan merasa dikerjai oleh pejabat ‘provinsi’ soal keberadaan surat ketidaksanggupan tangani bencana di daerah terdampak banjir dan longsor pasca hidrometeorologi di Aceh.

Sayangnya, kata dia, memakan ‘korban’ sehingga dirinya dan beberapa bupati yang membuat hal serupa menjadi bahan olok-olok se-Indonesia.

“Ini sekedar latar (masalah-red) saja. Kalau mau tulis jangan sebut nama. Saya gak mau viral,” ujar sang bupati yang menghubungi atjehwatch.com, Jumat malam 5 Desember 2025.

Awalnya, sang bupati menelpon untuk membuat berita klarifikasi terkait salah satu berita yang tayang di atjehwatch pada hari yang sama. Namun dalam telepon kedua, ia meminta hak jawab tersebut jangan ditayangkan lagi.

“Jadi di awal bencana, saya kirim kabar ke provinsi. Mengenal detail kondisi sejauh yang saya tahu tentang daerah saya. Tujuannya untuk meminta bantuan penanganan segera,” ujar sang bupati mengawali cerita.

“Ternyata mereka di tingkat provinsi sudah mendiskusikan lebih jauh. Ini bencana besar dan bukan Aceh saja. Ada Sumut dan Sumbar juga. Layak jadi Bencana Nasional. Kalau jadi bencana nasional, maka lembaga internasional bisa turun membantu seperti tsunami dulu. Penanganan lebih cepat dan rehab lebih sempurna dibanding menggunakan dana daerah yang relative kecil,” katanya lagi.

“Katanya, Mualem sudah lobi Prabowo untuk hal itu. Tapi butuh surat pernyataan ketidaksanggupan dari pimpinan daerah minimal 3.”

“Saya, awalnya tidak merespon hal ini. Baru kemarin membuat surat tersebut,” katanya lagi.

Namun, kata dia, siapa sangka Presiden Prabowo tidak mau menetapkan bencana Sumatera sebagai bencana nasional.

“Akhirnya malah dibilang cengeng. Ini yang sakitnya,” kata bupati ini.

“Kami di-prank provinsi. Status bencana nasional gagal, malah dibilang cengeng. Seharusnya selaku pimpinan daerah, yang sama sama berbuat untuk rakyat, jangan dikorbankan seperti sekarang,” ujarnya lagi.

Previous Post

Krak, 5 Titik Jembatan Bailey di Aceh Bakal Selesai Bulan Ini

Next Post

Masyarakat Gampong Cot Mancang Galang Bantuan untuk Korban Banjir Aceh

Next Post
Masyarakat Gampong Cot Mancang Galang Bantuan untuk Korban Banjir Aceh

Masyarakat Gampong Cot Mancang Galang Bantuan untuk Korban Banjir Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Abdya Serahkan 66 Gerobak untuk Pengumpul Batu Putih di Ujong Tanoh

Pemkab Abdya Serahkan 66 Gerobak untuk Pengumpul Batu Putih di Ujong Tanoh

22/09/2026
Kapolres Nagan Raya Ngopi Bareng Awak Media, Bangun Sinergi dan Perkuat Kemitraan

Kapolres Nagan Raya Ngopi Bareng Awak Media, Bangun Sinergi dan Perkuat Kemitraan

22/09/2026
Perkuat Syiar Islam, Program “Ngopi Sajan Teungku” Digelar di Suak Nibong

Perkuat Syiar Islam, Program “Ngopi Sajan Teungku” Digelar di Suak Nibong

22/09/2026
Abdya Mantap Maju Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030, Ini Kata Ketua KONI

Abdya Mantap Maju Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030, Ini Kata Ketua KONI

22/09/2026
Ribuan Rumah Korban Bencana Pidie Jaya Masuk Tahap II, Pencairan Kini Jadi Penantian

Ribuan Rumah Korban Bencana Pidie Jaya Masuk Tahap II, Pencairan Kini Jadi Penantian

22/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

Curhat Bupati: Kami di-Prank ‘Provinsi’, Status Bencana Nasional Gagal, Malah Dibilang Cengeng..

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Politik Gagasan dan Inspirasi Kepemimpinan: Belajar dari Tapak Tilas Dr. Safaruddin dan Pohon Harapan di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com