Banda Aceh – Pemerintah Aceh kembali mengerahkan sebanyak 4.265 Relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahap kedua untuk membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Aceh, H. Muzakir manaf yang selanjutnya di konsolidasikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, S.IP., M.PA
Melalui koordinasi dengan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), relawan ASN disiapkan untuk memastikan fasilitas pendidikan dapat kembali difungsikan secara optimal sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, S.IP., M.PA menegaskan bahwa menjelang masuk sekolah pada 5–6 Januari 2026, seluruh sekolah terdampak diharapkan sudah berada dalam kondisi layak digunakan.
“Sekolah harus kembali fungsional agar anak-anak kita bisa segera belajar. Karena itu, saya meminta para Kepala SKPA untuk memaksimalkan mobilisasi ASN ke Aceh Tamiang,” ujar Nasir.
Ia menambahkan, keterlibatan ASN dalam aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.
“Ini saatnya rasa kemanusiaan kita diuji. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengajak seluruh pihak, khususnya ASN yang bertugas dibidang pendidikan, untuk bergerak cepat membersihkan lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan.
“Dalam kondisi darurat, proses belajar tidak harus seperti biasa. Ruang diskusi atau metode sederhana lainnya bisa dilakukan. Yang terpenting, anak-anak tetap mendapatkan hak mereka untuk belajar,” ujarnya.
Sebagai informasi, relawan ASN Pemerintah Aceh dijadwalkan mulai bergerak ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Jumat, 2 Januari 2026. Seluruh relawan akan bekerja di bawah komando masing-masing SKPA. []










