TAMIANG – Sebanyak 70 sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum aktif memulai proses belajar mengajar hingga Selasa (6/1/2026) akibat lumpur sisa banjir yang masih menutupi akses jalan dan sebagian area sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto, menyatakan bahwa dari total 392 satuan pendidikan, baru 322 yang telah memulai pembelajaran.
“Total 392 satuan pendidikan di Aceh Tamiang dari kelompok belajar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yang sudah aktif sejak kemarin 322 satuan pendidikan,” terangnya.
Sebanyak 3.505 dari 3.612 guru dan 26.842 dari 39.188 murid telah hadir ke sekolah.
“Kami berupaya mempercepat pemulihan, sehingga seluruh sekolah bisa aktif kembali. Sisa 70 sekolah lagi ini terkendala akses jalan dan sebagian besar masih mengungsi,” ujar Sepriyanto.
Proses Belajar Mengajar Darurat Di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, yang merupakan salah satu daerah terdampak parah, proses belajar mengajar darurat telah dimulai di bawah tenda.
“Di Sekumur sekolah darurat di bawah tenda. Saya melihat antusias anak didik mengikuti pelajaran. Mereka sangat bersemangat,” kata Sepriyanto.
Ia juga mengapresiasi bantuan yang telah diberikan berbagai pihak untuk mendukung pemulihan satuan pendidikan.
“Kami mengapresiasi seluruh relawan, bantuan dari berbagai lembaga dan pemerintah untuk mendukung pemulihan satuan pendidikan di Aceh Tamiang,” pungkasnya.










