Banda Aceh – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan sebanyak 124 unit hunian sementara (huntara) untuk korban bencana hidrometeorologi di kabupaten itu selesai dibangun.
“Sebanyak 124 unit hunian sementara selesai dibangun dan sudah ditempati. Sedang 732 unit lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky ketika dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Ia menyebutkan dari 732 unit hunian sementara yang masih dalam proses pembangunan, progres sebanyak 410 unit di antaranya sudah lebih dari 50 persen. Sedangkan 322 unit lainnya, progres pengerjaan masih di bawah 50 persen.
Bupati mengatakan total hunian sementara yang dibangun saat ini mencapai 856 unit, terdiri sebanyak 744 unit dibangun secara insitu atau di lokasi rumah masyarakat yang rusak. Sedangkan 112 unit dibangun secara komunal atau di satu tempat.
Dari 124 hunian sementara yang selesai dibangun, kata dia, sebanyak 102 unit di antaranya merupakan hunian komunal dan 22 unit hunian sementara insitu.
Hunian sementara insitu tersebut di sejumlah kecamatan, yakni Madat tujuh unit, Pante Bidari tiga unit, dan Peureulak Barat mencapai 12 unit, kata Iskandar Usman Al-Farlaky.
“Sedangkan huntara komunal tersebar di Kecamatan Julok sebanyak 10 unit, Simpang Ulim 63 unit, Idi Rayeuk 24 unit, serta Pante Bidari lima unit. Huntara komunal tersebut dibangun BUMN Adhi Karya dan Hutama Karya serta BNPB,” katanya.
Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan total hunian sementara yang dibangun di Kabupaten Aceh Timur mencapai 3.413 unit. Hunian sementara yang dibangun tersebut terdiri sebanyak 2.592 unit insitu dan sebanyak 821 unit hunian sementara komunal.
Sedangkan huntara yang belum dalam proses pembangunan, kata Iskandar Usman Al-Farlaky, mencapai 2.557 unit, terdiri 1.848 unit huntara insitu dan sebanyak 709 unit hunian sementara komunal.
“Huntara yang belum dibangun tersebut tersebar di 10 kecamatan terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini segera dilakukan, sehingga korban bencana hidrometeorologi mendapatkan tempat tinggal layak,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.










