MEUREUDU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, mendorong percepatan pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya yang akan dibangun di atas lahan seluas 6.200 meter persegi. Pembangunan tersebut direncanakan mencakup delapan Ruang Kelas Baru (RKB) dan kantor madrasah yang representatif untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Azhari saat memimpin rapat pembangunan MIN 5 Pidie Jaya bersama tim inisiator pengadaan lahan dan tim teknis dari Universitas Syiah Kuala (USK), di Pidie Jaya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Dalam arahannya, Azhari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif dan bekerja keras dalam proses pengadaan lahan serta penyusunan rencana pembangunan madrasah tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim inisiator pengadaan lahan dan seluruh pihak yang telah melakukan berbagai terobosan sehingga rencana pembangunan MIN 5 Pidie Jaya ini dapat terus bergerak maju. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Azhari.
Ia mengatakan, pembangunan madrasah tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah, khususnya bagi masyarakat Pidie Jaya.
Menurut Azhari, semangat masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana pendidikan di Seunong patut diapresiasi. Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Aceh menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan berbagai fasilitas Kementerian Agama.
“Dari tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu, hanya masyarakat Aceh yang secara sukarela menghibahkan tanah untuk relokasi madrasah dan Kantor Urusan Agama. Ini menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat Aceh terhadap pendidikan dan layanan keagamaan,” katanya.
Azhari menyebutkan, jika dulu masyarakat mewakafkan tanah untuk kepentingan pendidikan dan dakwah, maka saat ini semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mewakafkan pikiran, tenaga, dan gagasan demi kemajuan madrasah.
“Dulu orang-orang mewakafkan tanah. Hari ini kita mewakafkan pikiran, ide, dan tenaga melalui penyusunan site plan serta berbagai persiapan lainnya agar pembangunan ini dapat segera terwujud. Mudah-mudahan ada titik terang dan sertifikat tanah dapat segera selesai sehingga pembangunan berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Saat ini, lahan seluas 6.200 meter persegi yang akan digunakan untuk pembangunan MIN 5 Pidie Jaya sedang dalam proses penyelesaian sertifikat tanah. Kakanwil berharap secepatnya seluruh proses administrasi dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai.
Ia juga menegaskan bahwa gedung MIN 5 Pidie Jaya tidak hanya dibangun sebagai fasilitas pendidikan biasa, tetapi harus menjadi model pengembangan madrasah yang modern dan representatif.
“Gedung ini harus menjadi model. Selain delapan ruang kelas baru dan kantor madrasah, nantinya juga akan dilengkapi laboratorium, perpustakaan, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sehingga mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih baik dan nyaman bagi peserta didik,” kata Azhari.










