Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Apsifor Aceh Soroti Ancaman Scam sebagai Kejahatan Siber dan Psikologis

redaksi by redaksi
14/06/2026
in Lintas Timur
0
Apsifor Aceh Soroti Ancaman Scam sebagai Kejahatan Siber dan Psikologis

Banda Aceh – Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) Perwakilan Aceh bekerja sama dengan Himpsi Aceh dan Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan seminar bertajuk serangan psikologis di era digital, di Aula Gedung D Fakultas Kedokteran USK, Banda Aceh.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai berbagai bentuk penipuan digital (cyber-scam) yang semakin marak terjadi dan menimbulkan dampak tidak hanya secara finansial, tetapi juga psikologis dan sosial.

Ketua Apsifor Perwakilan Aceh, Haiyun Nisa menyampaikan, perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, namun juga membuka ruang bagi munculnya berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin kompleks.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa ancaman digital saat ini tidak hanya menyerang sistem teknologi, tetapi juga mengeksploitasi aspek psikologis manusia,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Seminar menghadirkan dua narasumber yang membahas fenomena scam dari perspektif keamanan informasi dan psikologi forensik.

Pada sesi pertama, Teuku Farhan, Direktur Eksekutif MIT Foundation, menjelaskan scam modern telah berkembang menjadi bentuk rekayasa sistem serangan yang memadukan teknologi, data pribadi, dan manipulasi psikologis untuk memperoleh keuntungan tertentu.

Ia menekankan bahwa pelaku tidak lagi berfokus membobol sistem teknologi semata, tetapi lebih banyak menargetkan manusia melalui teknik social engineering.

Menurutnya, sebagian besar insiden keamanan siber modern melibatkan unsur manipulasi manusia, seperti rasa takut, kepercayaan, harapan, maupun keserakahan.

Teuku Farhan, juga menguraikan bagaimana pelaku scam memanfaatkan data pribadi yang tersedia di media sosial, kebocoran data, maupun berbagai platform digital untuk menyusun serangan yang tampak meyakinkan.

Ia mengingatkan masyarakat agar menerapkan prinsip “Think Before Click”, melakukan verifikasi informasi, menggunakan autentikasi berlapis, memperbarui sistem keamanan perangkat, serta meningkatkan literasi digital sebagai bagian dari pertahanan pribadi terhadap kejahatan siber.

Pada sesi kedua, Wida Yulia Viridanda memaparkan, cyber-scam bukan hanya persoalan teknologi, melainkan juga merupakan bentuk serangan psikologis yang dirancang untuk memanipulasi proses berpikir dan pengambilan keputusan korban.

Ia menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan berbagai bias psikologis seperti authority bias, fear appeal, reward illusion, dan scarcity effect, untuk memengaruhi perilaku korban.

Menurut Wida, siapa pun dapat menjadi korban scam, termasuk individu dengan tingkat pendidikan tinggi dan profesi profesional.

“Scam tidak mencari orang yang bodoh. Scam mencari orang yang sedang percaya, sedang berharap, sedang takut, atau sedang membutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dampak cyber-scam sering kali melampaui kerugian finansial.

Banyak korban mengalami trauma psikologis, rasa malu, kecemasan, depresi, hilangnya kepercayaan diri, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.

Seminar ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara psikolog, praktisi keamanan informasi, aparat penegak hukum, regulator, lembaga keuangan, serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan cyber-scam.

Previous Post

Kepala DSI Aceh Besar Ajak Semua Pihak Dukung Pembentukan Generasi Qurani

Next Post

Kakanwil Kemenag Aceh Dorong Percepatan Pembangunan Gedung MIN 5 Pidie Jaya

Next Post
Kakanwil Kemenag Aceh Dorong Percepatan Pembangunan Gedung MIN 5 Pidie Jaya

Kakanwil Kemenag Aceh Dorong Percepatan Pembangunan Gedung MIN 5 Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penilaian Adipura, Kecamatan Jeumpa Laksanakan Giat Jum’at Bersih Setiap Gampong Ikut Berpartisipasi

Penilaian Adipura, Kecamatan Jeumpa Laksanakan Giat Jum’at Bersih Setiap Gampong Ikut Berpartisipasi

16/10/2026
Gawat, Udara di Aceh Tengah Paling Berbahaya Usai Kabut Asap Melanda Aceh

Gawat, Udara di Aceh Tengah Paling Berbahaya Usai Kabut Asap Melanda Aceh

16/10/2026
Luna Maya Datang ke Aceh Antar Bantuan Renovasi Madrasah

Luna Maya Datang ke Aceh Antar Bantuan Renovasi Madrasah

16/10/2026
Pemko Banda Aceh Bekali 65 ASN Persiapan Menghadapi Masa Pensiun

Pemko Banda Aceh Bekali 65 ASN Persiapan Menghadapi Masa Pensiun

16/10/2026
Gali Praktik Baik di ITB, UPT MKU USK Siap Perkuat Capaian Pembelajaran Berbasis Proyek

Gali Praktik Baik di ITB, UPT MKU USK Siap Perkuat Capaian Pembelajaran Berbasis Proyek

16/10/2026

Terpopuler

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

15/10/2026

22 Nama Pengurus MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031 Diumumkan, Lulus Uji Kitab Kuning

Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Selatan, Langit Abdya Ikut Kelam Diselimuti Kabut Asap

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Selesai]

Luna Maya Datang ke Aceh Antar Bantuan Renovasi Madrasah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com