TAKENGON – Yayasan AZ Zahrah yang berada di Kabupaten Bireuen kembali menyalurkan bantuan kepada santri dan alumni Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen yang terdampak bencana berupa banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tengah dan Bener Meriah, Senin (26/1/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung ke sejumlah lokasi terdampak di 14 kecamatan, dipusatkan di empat di Aceh Tengah dan 10 kecamatan di Bener Meriah. Penyaluran bantuan dipusatkan di beberapa titik sebelum didistribusikan langsung kepada para wali santri dan alumni.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pembina Yayasan AZ Zahrah, Ustadz H M. Fadhil Rahmi Lc M.Ag kepada para wali santri dan alumni yang terdampak di sejumlah titik di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Kedatangan pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini mendapat sambutan hangat dari keluarga santri dan alumni yang tertimpa musibah. Pelukan hangat dan air mata menyambut kedatangan Syech Fadhil dan rombongan di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Ustadz Muhammad Fadhil Rahmi, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian yayasan terhadap alumni dan santri yang terdampak bencana.
“Hari ini kami hadir di sini. Sebenarnya apa yang kami bawa ini tidak akan bisa mengobati luka-luka mereka, tapi ini adalah sebentuk kepedulian kami. Karena kami dari yayasan, kemudian majelis guru dan wali santri, kita adalah satu keluarga besar Al zahrah yang harus saling terus terhubung, terkomunikasi, baik secara zahir maupun batin,” ujar Fadhil Rahmi.
Ia menegaskan bahwa meskipun para alumni sudah tidak lagi berada di lingkungan pesantren, namun tetap menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Az Zahrah.
“Bagi kami, alumni adalah duta dan penyambung lidah dan bagian dari keluarga besar. Hari ini kami hadir di Aceh Tengah dan juga Bener Meriah menunjukkan bahwa ini adalah sebentuk perhatian kami untuk para wali santri,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Yayasan AZ Zahrah menyalurkan paket bantuan berupa beras 15 kilogram, telur, bahan makanan pokok, minyak goreng dua kilogram, gula, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Hal kecil, tapi maknanya adalah kami ingin menunjukkan kepada alumni yang terdampak bahwa kalian tidak sendirian,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun yayasan, sebanyak sekitar 100 santri dan alumni yang terdampak langsung akibat bencana tersebut. “Dari data kami, ada sekitar 60 santri yang terdampak langsung. Kemudian dari alumni, ada sekitar 40 yang terdampak langsung,” kata Fadhil Rahmi.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan dengan mengunjungi langsung sejumlah kecamatan terdampak.
Diantaranya Silih Nara, Bies, Celala, Bintang, hingga Ketol dan beberapa desa lainya di kabupaten Bener Meriah. Dalam momen tersebut Ustadz Fadhil Rahmi turut juga memberikan penguatan moral agar tetap tabah dan bangkit menghadapi musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
“Semoga semakin hari semakin membaik dan cepat pulih kembali,”ujarnya.










