Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Muslim Ayub Sebut Empat Pilar Jadi Fondasi Moral Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh

Joe Samalanga by Joe Samalanga
13/02/2026
in Lintas Tengah
0
Muslim Ayub Sebut Empat Pilar Jadi Fondasi Moral Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh

ACEH TENGGARA – Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Aceh II, Muslim Ayub, SH, MM, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema “Empat Pilar dalam Upaya Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana di Aceh” di Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa siang, (03/22026) di Ruang terbuka (Bale) Desa Mandala yang dihadiri unsur masyarakat, tokoh adat, relawan, serta perwakilan badan penanggulangan bencana Aceh Tenggara.

Dalam paparannya, Muslim Ayub menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Ia mendorong agar nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan dijadikan fondasi etik dan sosial dalam membangun kembali kehidupan masyarakat yang lebih tangguh.

“Rehabilitasi bukan sekadar memperbaiki rumah atau jalan. Rekonstruksi bukan hanya membangun ulang gedung. Yang paling mendasar adalah membangun kembali rasa percaya, martabat, dan harapan masyarakat. Di sinilah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi kompas moral kita,” ujar Muslim Ayub di hadapan sekitar 150 peserta.

Ia menguraikan keterkaitan keempat pilar dengan tahapan pemulihan pascabencana. Pancasila, menurutnya, memberi landasan kemanusiaan dalam memastikan korban diperlakukan secara adil dan setara. UUD 1945 menjamin hak atas rasa aman dan tempat tinggal yang layak. NKRI menjadi bingkai solidaritas lintas daerah dalam penyaluran bantuan dan tenaga relawan. Adapun Bhinneka Tunggal Ika mengingatkan bahwa keberagaman masyarakat Aceh harus dihormati dalam setiap intervensi program.

“Jangan sampai proses rekonstruksi justru melahirkan ketimpangan baru, memicu kecemburuan sosial, atau mengabaikan kearifan lokal. Masyarakat Aceh Tenggara yang majemuk harus dilibatkan sebagai subjek, bukan objek pembangunan,” tegasnya.

Muslim Ayub juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam rehabilitasi psikososial korban bencana. Ia menilai trauma mendalam yang dialami penyintas kerap terabaikan karena program pemulihan terlalu terfokus pada aspek material.

“Pemulihan jiwa sama pentingnya dengan pemulihan rumah. Nilai-nilai gotong royong dan musyawarah yang diajarkan Pancasila sangat relevan untuk dihidupkan kembali dalam proses pemulihan sosial. Biarkan masyarakat menentukan sendiri apa yang mereka butuhkan, dengan didampingi bukan didikte,” imbuhnya.

Mengacu pada pengalaman gempa dan tsunami Aceh 2004, Muslim Ayub mengingatkan bahwa solidaritas nasional yang luar biasa saat itu harus dirawat sebagai memori kolektif. Menurutnya, semangat kebersamaan lintas pulau dan lintas iman yang mengalir deras ke Aceh pascatsunami adalah bukti nyata bahwa nilai kebangsaan bekerja dalam darah masyarakat Indonesia.

“Kita tidak boleh lupa, ketika Aceh terluka, seluruh Indonesia menangis dan bergerak. Itulah NKRI yang sesungguhnya. Maka dalam setiap tahap rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan, kita harus menjaga agar semangat itu tidak pudar,” pungkasnya.[]

Previous Post

Aceh Barat Tetapkan Status Darurat Karhutla 18 Hari

Next Post

Tiga Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana Sumatera

Next Post
Tim UGM Rumuskan Rekomendasi Pemulihan Pascabencana di Aceh

Tiga Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana Sumatera

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dinsos Berikan Bimbingan Sosial, Bupati Abdya Salurkan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas di Manggeng

Dinsos Berikan Bimbingan Sosial, Bupati Abdya Salurkan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas di Manggeng

02/09/2026
Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan

Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan

02/09/2026
Lembaga Wali Nanggroe Sosialisasikan Qanun di Aceh Barat

Lembaga Wali Nanggroe Sosialisasikan Qanun di Aceh Barat

02/09/2026
SMKN 1 Gandapura Gelar Jejak Pustaka Budaya di Hakdikda 2026

SMKN 1 Gandapura Gelar Jejak Pustaka Budaya di Hakdikda 2026

02/09/2026
300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

02/09/2026

Terpopuler

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

02/09/2026

Muslim Ayub Sebut Empat Pilar Jadi Fondasi Moral Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh

Ohku, Dana Bencana Rp37,9 Miliar Mengendap: 96% Belum Terserap, Bupati Pijay Ancam Sanksi OPD

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

Langit ‘Mulai Tak Bersahabat’, BPBD Pidie Jaya Minta Warga Bersiap

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com