BLANGPIDIE – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli, S. Sos MM mengunjungi dan meninjau langsung kondisi Nurlaila (30), seorang janda dengan tiga anak yang tinggal di rumah tidak layak huni di Dusun Alue Badeuk, Gampong Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, Selasa (14/p4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kondisi warga kurang mampu.
Dalam peninjauan itu, Zaman Akli didampingi Kepala Dinas Sosial Iin Supardi, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Zedi Saputra, Ketua Baitul Mal Tgk Syamsul Qamar, anggota Salman Syarif, serta Kepala Sekretariat Baitul Mal Bustari.
Rombongan juga menyempatkan diri bertakziah atas meninggalnya suami Nurlaila.
Selain itu, pemerintah daerah turut menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan ibadah, pakaian, serta kebutuhan dasar balita.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Nurlaila dan disaksikan Keuchik Gampong Cot Mane, Amiruddin, bersama perangkat desa setempat.
“Atas nama pemerintah daerah Abdya, kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya suami Buk Nurlaila. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanallahu ta’ala. Kepada keluarga yang ditinggalkan untuk tabah dan sabar menghadapi ujian ini,” ucap Zaman Akli.
Dalam kesempatan itu, Zaman Akli juga menyampaikan salam dari Bupati Abdya Safaruddin yang tidak dapat hadir karena tengah menjalankan tugas di luar daerah.
Meliahat kondisi rumah yang ditempati keluarga Nurlaila, Wabup memastikan kepada pihak Baitul Mal Abdya agar membangun rumah layak huni kepada keluarga tersebut.
Ketua Baitul Mal Abdya, Tgk Syamsul Qamar yang ditemui di lokasi, menyebut pihaknya akan membangun rumah layak huni untuk keluarga Nurlaila.
Ia mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi lapangan terhadap kondisi keluarga Nurlaila. Hasilnya, keluarga tersebut dinilai memenuhi kriteria untuk menerima bantuan pembangunan rumah.
“Setelah kita turun langsung semalam melakukan verifikasi, melihat kondisi rumah dan anak-anaknya memenuhi kriteria dibangun tempat tinggal yang layak untuk keluarga mereka. Dan kita juga sudah berkoordinasi dengan pak Bupati Safaruddin,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin telah menginstruksikan Dinas Sosial dan Baitul Mal untuk turun langsung ke lokasi. Instruksi itu disampaikan setelah menerima laporan mengenai kondisi Nurlaila yang hidup dalam keterbatasan.
“Saya instruksikan kepada Dinsos dan Baitul Mal segera turun ke rumah Ibuk Nurlaila, pastikan mereka tidak terabaikan. Jika layak dibantu, segera diberikan bantuan,” kata Safaruddin, Senin (13/4/2026).
Safaruddin menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat rentan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah. Ia mengatakan pentingnya kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi anak yatim dan kaum duafa.
“Anak-anak yatim tidak boleh merasa sendiri, kaum duafa tidak boleh terabaikan, termasuk Ibuk Nurlaila,” ucap Safaruddin.
Diketahui, Nurlaila kini harus menghidupi tiga anaknya seorang diri setelah suaminya, Yusman (45), meninggal dunia saat melaut. Sejak peristiwa itu, kondisi ekonomi keluarga tersebut semakin sulit karena tidak memiliki sumber penghasilan tetap.










