LHOKSUKON – Sejumlah pelajar dan sepeda motor milik warga terjatuh dari rakit penyeberangan di Krueng (Sungai) Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat (17/4/2026).
Peristiwa ini terjadi karena akses penghubung antar desa masih terputus sejak banjir pada 26 November 2025 lalu. Warga dari Desa Sawang menuju Desa Gunci, Blang Cut, Lhok Cut, dan Kubu kini hanya bisa menyeberang menggunakan perahu rakit atau ban.
Jembatan utama yang sebelumnya digunakan telah putus, sementara jembatan darurat jenis Bailey yang sempat dibangun juga sudah rusak.
Saksi mata, Afrizal, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena warga siaga di sekitar lokasi penyeberangan.
“Dua hari ini sudah ada pelampung yang dibagikan pemerintah untuk warga. Sedangkan jembatan permanen belum tahu kapan akan dibangun lagi,” kata Afrizal.
Ia menyebut warga tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan rakit meski berisiko.
“Meski ada risiko jatuh ke sungai, kami tak punya pilihan lain. Hanya ini satu-satunya akses penyeberangan,” ujarnya.
Insiden warga dan kendaraan jatuh dari rakit disebut sudah beberapa kali terjadi. Namun hingga kini, belum ada pembangunan jembatan permanen di kawasan tersebut.
Keuchik Desa Gunci, Fazir Ramli, berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen agar warga tidak terus menghadapi risiko.
“Karena kami harus melewati bahaya setiap hari. Apalagi kalau air sungai sedang deras, bahaya sekali. Kasihan anak sekolah terpaksa libur,” pungkasnya.










