Banda Aceh — Kabar itu hadir dengan tenang namun bermakna. UIN Ar-Raniry Banda Aceh menempati peringkat pertama nasional bidang riset versi Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menumbuhkan harapan atas masa depan keilmuan yang semakin kuat.
Bagi PMII Komisariat UIN Ar-Raniry, prestasi ini adalah buah dari kerja panjang yang dirawat dalam kesungguhan. Ketua Bidang Kaderisasi, Muhammad Afif Irvandi El Tahiry, memandang capaian tersebut sebagai hasil dari konsistensi dalam membangun tradisi intelektual.
“Ini patut kita syukuri bersama. Peringkat ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari proses panjang dalam merawat budaya riset di kampus,” ujar Afif, Minggu (19/4).
Ia menilai, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kampus berbasis keislaman mampu tumbuh dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara luas. Namun, ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyikapi capaian ini dengan sikap yang bijak dan tidak berlebihan.
“Yang terpenting bukan hanya capaian hari ini, tetapi bagaimana kita menjaga arah ke depan. Ilmu harus terus hidup dan memberi manfaat,” katanya.
Dalam pandangan PMII, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan tersebut. Tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan intelektual yang membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan masyarakat.
Capaian UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini diharapkan menjadi titik awal untuk perjalanan yang lebih luas—membangun ruang akademik yang teduh, produktif, dan bermanfaat.
Kini saatnya melangkah lebih jauh. Jangan biarkan prestasi ini berhenti sebagai kabar baik semata. Jadikan ia api yang menyala, menggerakkan, menyadarkan, dan menuntun kita semua untuk berpikir lebih dalam, bekerja lebih sungguh, dan menghadirkan ilmu yang benar-benar hidup. Dari kampus ini, dari ruang-ruang sederhana ini, mari kita nyalakan perubahan karena sejarah besar selalu lahir dari keberanian untuk memulai.











