Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

DKP Simeulue Telusuri Kapal Bantuan KKP untuk Kelompok Nelayan

redaksi by redaksi
24/04/2026
in Lintas Barat Selatan
0
DKP Simeulue Telusuri Kapal Bantuan KKP untuk Kelompok Nelayan

Kapal bantuan KKP RI untuk kelompok nelayan Simeulue di Krueng Aceh, Lampulo, Banda Aceh, Kamis (23/4/2026). ANTARA/HO-Rasmanudin

Banda Aceh – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menelusuri keberadaan kapal bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk kelompok nelayan di kabupaten kepulauan itu yang kini diduga terbengkalai.

Kepala DKP Kabupaten Simeulue Supriman Juliansyah di Simeulue, Kamis, mengatakan kapal tersebut diberikan dalam bentuk hibah pada 2015. Kapal tersebut dilaporkan terbengkalai di Krueng Aceh di kawasan Lampulo, Kota Banda Aceh.

“Sepengetahuan saya kapal itu bukan aset daerah, tetapi kepemilikannya merupakan kelompok Koperasi Perikanan Maju Bersama di Kabupaten Simeulue,” katanya.

Meski begitu, kata dia, dirinya bersama tim DKP Kabupaten Simeulue menyusul kapal penangkap ikan bantuan kementerian kepada kelompok nelayan yang menerima hibah.

“Penelusuran ini untuk mengetahui permasalahan, kenapa kapal dengan nama KM Nelayan 2016-4 itu terbengkalai serta tidak dimanfaatkan oleh kelompok nelayan tersebut,” kata Supriman Juliansyah.

Menurut dia, apabila kelompok penerima hibah tersebut tidak bisa memanfaatkannya, maka dapat dialihkan kepala kelompok nelayan lain, sehingga bantuan kementerian tersebut tidak sia-sia atau terbengkalai seperti sekarang.

“Kalau memang kelompok nelayan yang menerima hibah kapal tersebut tidak bisa memanfaatkannya, dapat dialihkan ke kelompok nelayan lainnya yang ada di Kabupaten Simeulue,” kata Supriman Juliansyah.

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue Rasmanudin H Rahamin mengaku sudah melihat langsung kondisi kapal nelayan bantuan KKP RI tersebut di Lampulo, Kota Banda Aceh.

“Kami menyayangkan kondisi kapal bantuan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan nelayan di Kabupaten Simeulue. Kapal dijaga seseorang. Informasinya, ada perjanjian pembayaran Rp100 ribu per hari untuk penjagaan kapal,” katanya.

Rasmanudin mengatakan persoalan kapal hibah tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, mengingat tujuan awal bantuan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Simeulue.

Ia menyebutkan persoalan kapal bantuan itu memunculkan pertanyaan publik terkait pengelolaan, pengawasan, serta keberlanjutan pemanfaatan bantuan pemerintah, khususnya yang bersumber dari pusat.

“Masyarakat berharap ada kejelasan dan langkah konkret dari pihak terkait agar bantuan tersebut tidak terus terbengkalai dan dapat kembali dimanfaatkan sesuai tujuan awalnya,” kata Rasmanudin.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.

Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999. Kabupaten Simeulue memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong atau desa yang dihuni sekitar 96 ribuan jiwa.

Sumber: antara

Previous Post

Pemkab Aceh Tamiang Sosialisasikan Aplikasi SIKEPO Mobile untuk Absensi ASN

Next Post

Kadisdik Dayah Aceh Besar Ajak Masyarakat Hadiri Pengajian Rutin

Next Post
Kadisdik Dayah Aceh Besar Ajak Masyarakat Hadiri Pengajian Rutin

Kadisdik Dayah Aceh Besar Ajak Masyarakat Hadiri Pengajian Rutin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HUT Pidie Jaya ke-19 Dipadukan dengan Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Gelar Festival Islami dan Beragam Kegiatan Sosial

HUT Pidie Jaya ke-19 Dipadukan dengan Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Gelar Festival Islami dan Beragam Kegiatan Sosial

10/06/2026
30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

10/06/2026
LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

10/06/2026
DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

10/06/2026
Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com