Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

YARA Apresiasi Polres Aceh Tengah Terkait Penangkapan 2 Tersangka Pembunuhan di Pekanbaru

redaksi by redaksi
03/05/2026
in Lintas Tengah
0
Dua Terduga Pembunuh Lansia di Pekanbaru Ditangkap di Aceh Tengah

Tangkapan layar CCTV

TAKENGON – Perburuan terhadap empat pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan seorang lansia di Pekanbaru, Riau, akhirnya berakhir.
‎
‎Setelah sempat kabur lintas provinsi hingga ke Aceh dan Sumatera Utara, seluruh pelaku berhasil diringkus aparat kepolisian dalam operasi cepat dan terkoordinasi.
‎
‎Kasus ini menyita perhatian publik setelah aksi keji tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.
‎
‎Korban, Dumaris Denny Waty Sitio (60), ditemukan tewas mengenaskan dikediamannya di Jalan Kurnia 2, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, pada Rabu (29/4/2026).
‎
‎Ia diduga tewas akibat hantaman balok kayu di bagian kepala dan wajah.
‎
‎Peristiwa tragis itu terjadi pada pagi hingga siang hari.
‎
‎Berdasarkan rekaman CCTV, empat pelaku dua perempuan dan dua laki-laki masuk ke rumah korban.
‎
‎Salah satu pelaku, Anisa Florensia Tumanggor (AF), yang diketahui merupakan mantan menantu korban, sempat berinteraksi akrab bahkan mencium tangan korban sebelum aksi brutal dilakukan.
‎
‎Tak lama kemudian, seorang pelaku pria datang membawa balok kayu dan langsung menghantam korban secara berulang kali hingga tewas, bahkan saat korban sudah terkapar.
‎
‎Penangkapan Lintas Provinsi
‎
‎
‎Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran lintas wilayah. Hasilnya, dua pelaku berinisial S (33) dan AFT (21) berhasil ditangkap di wilayah Aceh Tengah.
‎
‎Sementara dua pelaku lainnya diringkus di Binjai, Sumatera Utara.
‎
‎Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, pada Minggu (3/5/2026), membenarkan penangkapan tersebut.
‎
‎Ia menyebut, kedua pelaku yang diamankan di Aceh Tengah merupakan bagian dari Daftar Pencarian Orang (DPO).
‎
‎“Para pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada tim Satreskrim untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.
‎
‎Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa Anisa diduga menjadi otak di balik pembunuhan tersebut. Motif utama diduga karena keinginan menguasai harta korban.
‎
‎Sejumlah barang berharga dilaporkan hilang, di antaranya perhiasan emas, uang tunai dalam mata uang asing, serta perangkat elektronik seperti telepon genggam dan alat audio.
‎
‎Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban. Sekitar pukul 11.00 WIB, saat kembali ke rumah, ia mendapati pintu dalam keadaan terbuka dan kondisi rumah berantakan.
‎
‎Setelah melakukan pencarian, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di dapur dengan luka parah serta bercak darah di sekitar lokasi.
‎
‎Apresiasi YARA
‎
‎Menanggapi pengungkapan kasus tersebut, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat dan profesional aparat kepolisian, khususnya Polres Aceh Tengah beserta jajaran dan tim gabungan.
‎
‎Setelah melakukan pencarian, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di dapur dengan luka parah serta bercak darah di sekitar lokasi.
‎
‎Kepala Perwakilan YARA Aceh Tengah dan Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.
‎
‎“Ini merupakan capaian yang patut kita apresiasi. Kesigapan dan profesionalisme aparat dalam mengungkap kasus ini memberikan rasa aman bagi masyarakat serta menunjukkan komitmen kuat dalam penegakan hukum tanpa kompromi,” ujar Dahlan kepada kepada awak media, Minggu (3/5/2026).
‎
‎YARA juga mendorong agar para pelaku dijerat dengan hukuman maksimal sesuai perbuatannya, guna memberikan efek jera sekaligus memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban.
‎
‎Pengungkapan kasus ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas provinsi, kecepatan respons aparat, serta kerja sama antarunit dalam menangani kejahatan berat.
‎
‎Kasus viral di Pekanbaru ini menjadi pengingat bahwa ancaman kriminalitas dapat terjadi di lingkungan terdekat, sehingga kewaspadaan masyarakat dan ketegasan penegakan hukum menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman dan keadilan.
‎

Previous Post

Peserta Menulis FAMe-STAI Nusantara Antusias Mengikuti Pelatihan

Next Post

Jejak Sunyi yang Mengalir dalam Darah: Mengapa Saya Terus Menulis Tentang Pahlawan Lokal Aceh

Next Post
Jejak Sunyi yang Mengalir dalam Darah: Mengapa Saya Terus Menulis Tentang Pahlawan Lokal Aceh

Jejak Sunyi yang Mengalir dalam Darah: Mengapa Saya Terus Menulis Tentang Pahlawan Lokal Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dinsos Salurkan Bantuan Stimulan UEP bagi 63 Penerima Manfaat di Aceh Utara

Dinsos Salurkan Bantuan Stimulan UEP bagi 63 Penerima Manfaat di Aceh Utara

20/06/2026
Pemkab Aceh Jaya Bentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Pemkab Aceh Jaya Bentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

20/06/2026
UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN Mengabdi ke Masyarakat

UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN Mengabdi ke Masyarakat

20/06/2026
Pemko Banda Aceh Siapkan 9 Titik Nobar Piala Dunia di Setiap Kecamatan

Pemko Banda Aceh Siapkan 9 Titik Nobar Piala Dunia di Setiap Kecamatan

20/06/2026
Bupati Aceh Jaya Tekankan Penguatan Akhlak Generasi Muda dalam Pembangunan Aceh

Bupati Aceh Jaya Tekankan Penguatan Akhlak Generasi Muda dalam Pembangunan Aceh

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com