Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Marsinah: Suara Buruh yang Dibungkam, Ingatan yang Tak Pernah Padam

redaksi by redaksi
05/05/2026
in Kolom
0
Marsinah: Suara Buruh yang Dibungkam, Ingatan yang Tak Pernah Padam

Oleh Syahrul Amin. Penulis adalah kader PMII Aceh.

Nama Marsinah bukan sekadar catatan sejarah. Ia adalah simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang hingga hari ini tetap relevan. Sebagai buruh pabrik di Sidoarjo, ia berani bersuara di tengah tekanan kekuasaan pada masa Orde Baru sebuah periode ketika kritik kerap dibalas dengan represi.

Marsinah bukan aktivis dengan panggung besar. Ia hanya pekerja biasa. Namun, justru dari kesederhanaannya lahir keberanian luar biasa. Ia memperjuangkan hak-hak buruh yang kerap diabaikan: upah layak, kondisi kerja yang manusiawi, serta kebebasan berserikat. Hari ini, tuntutan tersebut terdengar mendasar. Namun pada masanya, suara seperti Marsinah dipandang sebagai ancaman.

Tragedi yang menimpanya pada 1993 menjadi luka mendalam dalam sejarah Indonesia. Ia ditemukan meninggal dunia setelah aktif memimpin aksi buruh. Hingga kini, kasusnya belum sepenuhnya terungkap secara adil. Negara seolah gagal memberikan jawaban yang tuntas. Di situlah ironi terbesar: seorang warga yang menuntut keadilan justru tidak memperoleh keadilan itu sendiri.

Namun, membicarakan Marsinah bukan semata soal masa lalu. Ini adalah cermin untuk melihat kondisi buruh hari ini. Apakah suara mereka benar-benar didengar? Apakah kesejahteraan mereka telah menjadi prioritas? Ataukah kita masih hidup dalam sistem yang sama, hanya dengan wajah yang berbeda?

Marsinah mengajarkan bahwa perubahan sering kali berawal dari keberanian individu. Ia tidak menunggu menjadi tokoh besar untuk bertindak. Ia bergerak karena merasa harus. Di situlah letak kekuatannya: siapa pun dapat menjadi agen perubahan, bahkan dari posisi yang paling sederhana.

Lebih dari itu, perjuangan Marsinah juga membuka ruang refleksi tentang peran perempuan dalam kehidupan sosial dan politik. Perempuan tidak boleh dibatasi pada ruang yang sempit. Mereka memiliki hak yang sama untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan terlibat dalam perjuangan keadilan. Dalam konteks kaderisasi seperti di PMII, khususnya melalui Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI), nilai kesetaraan gender harus terus ditegaskan: perempuan adalah subjek perubahan, bukan sekadar pelengkap.

Kini, lebih dari tiga dekade setelah kepergiannya, Marsinah tetap hidup dalam ingatan kolektif sebagai simbol perlawanan. Ia mengingatkan kita bahwa keadilan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan meski dengan risiko besar.

Pertanyaannya: apakah kita hanya akan mengenangnya, atau melanjutkan perjuangannya?

 

Previous Post

Warga Pidie Mulai Terdampak Pembatasan JKA, RSUD Sigli Tetap Layani Pasien

Next Post

Pesantren Al Zahrah Gelar Kompetisi Bidang Olahraga dan Seni Tingkat SMP Sederajat, Catat Waktunya!

Next Post
Pesantren Al Zahrah Gelar Kompetisi Bidang Olahraga dan Seni Tingkat SMP Sederajat, Catat Waktunya!

Pesantren Al Zahrah Gelar Kompetisi Bidang Olahraga dan Seni Tingkat SMP Sederajat, Catat Waktunya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

13/08/2026
Bupati Al-Farlaky Hadiri Forum Pemda, Bahas Program Prioritas Nasional

Bupati Al-Farlaky Hadiri Forum Pemda, Bahas Program Prioritas Nasional

13/08/2026
Sejarawan Rusia Hilang di Israel, Moskow Protes Minta Penjelasan

Sejarawan Rusia Hilang di Israel, Moskow Protes Minta Penjelasan

13/08/2026
Petugas Imigrasi AS Bakal Dibekali Sarung Tangan Setrum

Petugas Imigrasi AS Bakal Dibekali Sarung Tangan Setrum

13/08/2026
‎Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Rp359,95 Juta untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

‎Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Rp359,95 Juta untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

12/08/2026

Terpopuler

Marsinah: Suara Buruh yang Dibungkam, Ingatan yang Tak Pernah Padam

Marsinah: Suara Buruh yang Dibungkam, Ingatan yang Tak Pernah Padam

05/05/2026

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

Ratusan Warga Abdya Semarakkan Pawai Obor Tulak Bala

Pemerintah Aceh Gelar Rakor Budaya, Ajak Masyarakat Tingkatkan Penggunaan Bahasa dan Aksara Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com