Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi (DEMA FPSI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kegiatan Psy Case on Screen bertema “Exploring the Human Mind Through Cinema” di Aula SBSN Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan sebagai wadah pembelajaran interaktif untuk memahami perilaku manusia dan isu psikopatologi melalui media film.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menonton film The Woman in The Window, sebuah film thriller psikologis yang mengangkat isu trauma, kecemasan, isolasi sosial, serta berbagai dinamika psikologis yang dialami tokoh utamanya. Berbeda dengan kegiatan menonton film pada umumnya, peserta tidak hanya menikmati alur cerita, tetapi juga diajak melakukan observasi dan analisis terhadap perilaku setiap tokoh berdasarkan sudut pandang psikologi.
Untuk mendukung proses analisis, panitia membagikan lembar observasi kepada setiap peserta. Melalui lembar tersebut, peserta mengidentifikasi gejala psikologis, faktor penyebab, mekanisme coping, serta dampak yang muncul pada masing-masing karakter. Hasil observasi kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama pemateri, sehingga peserta dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menghubungkan teori psikologi dengan kasus yang ditampilkan dalam film.
Kegiatan ini menghadirkan Rifqah Aulia Hafifuddin, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai pemateri yang memandu jalannya diskusi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa karakter dalam film dapat menjadi media pembelajaran untuk memahami gejala-gejala psikologis dan dinamika perilaku manusia. Namun, beliau juga menekankan bahwa analisis terhadap tokoh film tidak dapat dijadikan dasar untuk melakukan diagnosis klinis secara langsung.
Film The Woman in The Window berfokus pada tokoh Anna Fox, seorang psikolog anak yang mengalami agorafobia setelah peristiwa traumatis yang mengubah hidupnya. Melalui karakter tersebut, peserta diajak memahami bagaimana trauma, kecemasan, isolasi sosial, serta penggunaan alkohol dan obat-obatan dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Selain itu, beberapa tokoh lain seperti Ethan Russell, Alistair Russell, dan Katie Melli turut dianalisis berdasarkan perilaku, gejala, serta faktor-faktor yang memengaruhi kondisi psikologis mereka.
Dalam sesi diskusi, Rifqah juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental. Beliau menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya melakukan self-diagnosis maupun meremehkan pengalaman emosional seseorang karena setiap individu memiliki latar belakang dan respons yang berbeda terhadap suatu peristiwa. Selain itu, beliau mendorong peserta untuk tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi permasalahan psikologis.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya melihat perilaku manusia secara lebih komprehensif, memahami dampak trauma terhadap kehidupan individu, serta meningkatkan empati terhadap orang-orang yang mengalami gangguan psikologis. Dengan memadukan psikologi dan sinema, Psy Case on Screen menjadi ruang belajar yang edukatif, interaktif, dan reflektif bagi mahasiswa dalam mengeksplorasi kompleksitas pikiran dan perilaku manusia.










