Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Rafly Kande: Kekuatan Seni Lahir dari Ketulusan, Bukan Kepentingan

Joe Samalanga by Joe Samalanga
22/06/2026
in Nanggroe
0
Rafly Kande: Kekuatan Seni Lahir dari Ketulusan, Bukan Kepentingan

BANDA ACEH — Seniman dan budayawan Aceh, Rafly Kande, menilai seni dan kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta mendewasakan masyarakat di tengah derasnya arus perubahan zaman dan budaya populer yang terus berkembang.

Menurut Rafly, masyarakat Aceh memiliki warisan peradaban yang kuat yang diwariskan oleh para pendahulu. Semangat tersebut tercermin dalam berbagai hikayat dan nilai-nilai budaya yang mengajarkan keberanian, keluasan berpikir, serta tanggung jawab terhadap masa depan.

“Endatu kita telah meninggalkan pesan-pesan besar tentang bagaimana melihat dunia dengan cara yang luas. Itu menunjukkan bahwa masyarakat Aceh sejak dahulu memiliki pandangan yang jauh ke depan,” kata Rafly dalam sebuah diskusi budaya di Banda Aceh.

Ia menyoroti perlunya menghadirkan ruang-ruang kreatif yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda saat ini tanpa meninggalkan nilai-nilai kebudayaan. Menurutnya, perkembangan budaya populer yang begitu cepat harus diimbangi dengan arah dan nilai yang jelas agar tidak kehilangan substansi.

“Ada kealpaan kita dalam menghadirkan ruang-ruang yang relevan bagi generasi sekarang. Seni seharusnya menjadi arah yang membimbing, bukan sekadar hiburan,” ujarnya.

Rafly juga mengisahkan pengalamannya selama puluhan tahun berkecimpung di dunia seni, termasuk ketika tampil dalam berbagai panggung politik. Ia menegaskan bahwa seniman harus menjaga independensinya dan tidak menjadi alat kepentingan politik sesaat.

Menurutnya, seniman hadir untuk menghibur dan memberikan pesan kepada masyarakat, bukan menjadi bagian dari atribut atau kelompok politik tertentu.
“Kami pernah tampil di panggung politik, tetapi tetap menjaga posisi sebagai seniman. Seni harus berdiri di atas semua kelompok dan tetap dekat dengan masyarakat,” katanya.

Rafly mengaku kekuatan seni terletak pada ketulusan dalam menyampaikan pesan. Ketika karya lahir dari kejujuran dan keikhlasan, masyarakat akan datang dan memberikan apresiasi secara alami.
Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membangun proses pendewasaan masyarakat melalui karya-karya seni yang mampu menyentuh kesadaran publik tanpa kehilangan daya tariknya bagi generasi muda.

“Kalau ditanya apa yang paling penting hari ini, menurut saya adalah pendewasaan masyarakat. Seni dan kebudayaan memiliki peran besar untuk mencapai itu,” ujar Rafly.

Rafly menambahkan bahwa perkembangan dunia yang semakin dinamis menuntut para pelaku seni untuk terus beradaptasi. Namun demikian, adaptasi tersebut harus tetap berpijak pada identitas dan nilai budaya yang menjadi akar kehidupan masyarakat Aceh.
Baginya, kebahagiaan terbesar dalam proses berkesenian adalah ketika ruang dialog dan imajinasi tetap hidup di tengah masyarakat, sehingga seni tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan pembelajaran bersama.[]

Previous Post

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

Next Post

Anggota DPRK Aceh Selatan Dukung Bupati Segera Usulkan Wilayah Pertambangan Rakyat

Next Post
Anggota DPRK Aceh Selatan Dukung Bupati Segera Usulkan Wilayah Pertambangan Rakyat

Anggota DPRK Aceh Selatan Dukung Bupati Segera Usulkan Wilayah Pertambangan Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Abdya Rapat Daring Bersama BSKDN Kemendagri Bahas LIP dan Timeline Program Review

Pemkab Abdya Rapat Daring Bersama BSKDN Kemendagri Bahas LIP dan Timeline Program Review

30/09/2026
Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek Setelah Kembali dari Pengobatan di Malaysia

Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek Setelah Kembali dari Pengobatan di Malaysia

30/09/2026
UNDP Indonesia Beri Pemahaman Green Jobs Untuk Mahasiswa STAIN Meulaboh

UNDP Indonesia Beri Pemahaman Green Jobs Untuk Mahasiswa STAIN Meulaboh

30/09/2026
Ohku, APBK-P Pidie Jaya Tembus Rp1,02 Triliun, Bupati Sibral Desak SKPK Kejar Hasil

Ohku, APBK-P Pidie Jaya Tembus Rp1,02 Triliun, Bupati Sibral Desak SKPK Kejar Hasil

30/09/2026
Kasus Perusakan Kebun di Pidie Jaya Berakhir Damai, Tersangka Bayar Ganti Rugi Rp3 Juta

Kasus Perusakan Kebun di Pidie Jaya Berakhir Damai, Tersangka Bayar Ganti Rugi Rp3 Juta

30/09/2026

Terpopuler

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

30/09/2026

Rafly Kande: Kekuatan Seni Lahir dari Ketulusan, Bukan Kepentingan

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

IMM Lakukan Aksi Dorong Motor, Buntut Kelangkaan BBM di Abdya

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com