TAPAKTUAN – Dua orang guru dan tiga orang murid SMA Negeri 1 Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan terpilih untuk mengikuti BTI (Bina Talenta Indonesia) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2026.
Hal itu disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Tapaktuan, Kurnaidi MPd kepada media ini, Selasa (30/6) setelah menerima undangan dari Puspresnas Kemedikdasmen dengan Nomor : 1113/B/HK/PN.03/2026.
Kurnaidi menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan bersaing daya global sebagaimana diamanahkan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Murid.
Katanya, oleh karena itu melalui Purpernas Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen melaksanakan program Bina Talenta Indonesia (BTI) bidang STEM, koding, kecerdasan Artisifial serta penguatan karakter bagi murid dan pemandu talenta jenjang SMA dan SMK atau sederajat.
Kepala sekolah menyampaikan, kegiatan itu dilaksanakan secara luring di 27 Perguruan Tinggi mitra penyelenggara BTI tanggal 1 sampai 7 Juli 2026 dan 8-14 Juli 2026.
Kurnaidi menuturkan, berdasarkan surat undangan dari Puspernas Kemendikdasmen meminta dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah menyosialisasikan prigram ini menugaskan peserta murid atau pemandu talenta yang telah ditetapkan untuk mengikuti BTI 2026 ini.
Kemudian dukungan dari Kepala Satuan Pendidikan untuk mengkoordinasikan, mamfasiliasi dan memastikan keikutsertaan peserta selama masa pelatiha, termasuk memberikan izin.
“Semua biaya transportasi, akomodasi, konsumsi dan selama pelaksanaan program berlangsung ditanggung oleh Puspernas melalui Perguruan Tinggi mitra penyelenggara,” ujar Kurnaidi.
Diungkapkannya, dilampirkan informasi nama-nama murid peserta dan pemandu talenta serta lokasi penempatan di Perguruan Tinggi, dua orang guru dan murid SMA Negeri 1 Tapaktuan ditempatkan pada kampus yang berbeda dan akan mengikuti pelatihan selama seminggu.
Selanjutnya Kurnaidi menyebutkan, Widya Rahmah SPd, Intan Humaira SPd, Naura Fitri Khafifa, Zahara Asyifa, dan Cut Meisha Syakila merupakan dua orang guru dan tiga orang murid dari SMA Negeri 1 Tapaktuan yang mengikuti BTI 2026 ini.
Selanjutnya ia menyampaikan, Widya Rahmah sebagai pemandu talenta mengiku pelatihan BTI ini di Insitut Teknologi Del, Sumater Utara, dan Intan Humaira sebagai pemandu talenta ditempatkan di kampus yang sama juga.
Sedangkan Naura Fitri Khafifa dan Zahara Asyifa sebagai peserta murud bertalenta di tempatkan di Perguruan Tinggi yang sama yakni, di Politekni Manifaktur Bandung.
Sementara itu kata Kurnaidi, Cut Meisha Syakila mengikuti pelatihan BTI ini di Universitas Nusantara Tangerang, Banten. Ia terpisah sendiri bergabung dengan peserta lainnya dari semua provinsinyang ada di Indonesia.
“Selamat kepada guru dan murid dari SMA Negeri 1 Tapaktuan yang mengikuti pelatihan BTI tingkat nasional ini, semoga bermanfaat ke depannya untuk pengembangan bakat-bakat murid di sekolah,” ucap Kurnaidi.
Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Annadwi SPd MM mengucapkan, selamat kepada dua orang guru dan tiga otang murid SMA Negeri 1 Tapaktuan yang terpilih mengikuti Bina Talenta Indonesia (BTI) yang dilaksanakan oleh Puspresnas Kemendikdasmen tahun 2026.
“Ini adalah kebanggaan bukan saja bagi SMA Negeri 1 Tapaktuan, tapi bagi Cabdisdik Kabupaten Aceh Selatan dan Dinas Pendidikan Aceh yang terpilih untuk mengikuti BTI tingkat nasional,” kata Rahmatsah.
Dikatakannya, talenta-talenta guru dan putri- putri Aceh Selatan telah mampu menunjukkan bakatnya yang mendapat perhatian dari Purpresnas Kemendikdasmen.
Annadwi menyampakan, dua orang guru dan tiga orang murid dari SMA Negeri 1 Tapaktuan yang telah mengekpresikan bakat dan minat dirinya masinh-masing sehingga mengikuti pembekalan di tingkat nasional.
Ia berharap, setelah kembalinya mereka nantinya bisa berbagi ilmu yang didapati kepada para guru dan teman-temannya di sekolah, dan undangan dari Purpresnas Kemendikdasmen menjadi motivasi bagi para guru dan para murid Aceh Selatan untuk terus berprestasi dan berkarya.









