BANDA ACEH — Departemen Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (PBI FKIP USK) memperkuat komitmen terhadap pelestarian bahasa daerah melalui kuliah tamu internasional bertema “Dokumentasi Bahasa dan Pemberdayaan Lokal: Tantangan dan Tarik Ulur Lintas Kepentingan”, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting itu menghadirkan Prof. I Wayan Arka, FASSA., FAHA., akademisi Australian National University (ANU), Australia. Kegiatan itu diikuti oleh 300 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.
Kepala Departemen PBI FKIP USK, Prof. Dr. Drs. Denni Iskandar, M.Pd., mengatakan kuliah tamu internasional tersebut merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama antara FKIP USK dengan School of Culture, History, and Language, College of Asia and the Pacific, Australian National University (ANU), yang ditandatangani pada 24 September 2026.
“Kolaborasi ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai strategi dokumentasi bahasa serta pemberdayaan potensi lokal untuk mendukung revitalisasi bahasa-bahasa minoritas,” ujarnya.
Denni Iskandar mengatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen departemen PBI mendukung pelestarian bahasa daerah sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
“Kami akan terus berupaya melebarkan sayap kerja sama untuk mendukung USK menuju global university, memberikan pendidikan yang berkualitas, dan meningkatkan kerja sama lintas universitas,” jelasnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP USK, yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Asnawi, S.Pd., M.Ed. Dalam sambutannya, Asnawi menyampaikan bahwa kuliah tamu ini memberikan manfaat dalam memperluas wawasan mengenai dokumentasi, pelestarian, dan revitalisasi bahasa daerah.
Menurutnya, forum akademik semacam ini penting untuk mempertemukan pengetahuan teoretis dengan pengalaman penelitian, sehingga sivitas akademika dapat memahami berbagai tantangan yang muncul dalam upaya menjaga keberlangsungan bahasa lokal.
Narasumber ANU, Prof. I Wayan Arka mengungkapkan kegembiraannya dapat berbagi pengalaman dengan sivitas akademika USK. Ia menyebutkan bahwa tema yang diangkat sangat berkaitan dengan bidang kajian yang telah ditekuninya selama kurang lebih 20 tahun.
“Saya melakukan penelitian dan pendokumentasian bahasa Enggano. Ini buku ajar bahasa Enggano yang saya kembangkan berdasarkan hasil penelitian,” ujar Prof. Wayan sembari memperlihatkan buku ajar yang ditulisnya sebagai salah satu hasil pengembangan penelitian.
Dalam konteks pemberdayaan lokal, kata Prof. Wayan, upaya pendokumentasian dan revitalisasi bahasa daerah memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk peneliti, lembaga pendidikan, komunitas penutur, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Dokumentasi bahasa dapat berkontribusi pada penguatan pengetahuan lokal sekaligus mendukung upaya revitalisasi bahasa-bahasa yang menghadapi tantangan keberlanjutan. Di sinilah perlu kerja sama lintas sektor,” tegasnya.
Selain menyampaikan materi, Prof. Wayan juga menyatakan kesediaannya untuk membantu peserta yang berminat mempelajari dan mendalami dokumentasi bahasa. Kesempatan ini diharapkan membuka ruang pembelajaran dan kolaborasi lebih lanjut bagi sivitas akademika FKIP USK.
Di akhir sesi, Kepala Departemen PBI FKIP USK megatakan, kolaborasi USK dan ANU diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan akademik dan penelitian, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjaga keberagaman bahasa serta mendukung pendidikan berkualitas di tingkat lokal dan global.[]









