BIREUEN – Menghadapi pelaksanaan ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebanyak 46 santri kelas akhir yang tergabung dalam Interstellar Generation Pesantren Modern Al Zahrah (PMA) menggelar tasyakuran dan doa bersama di halaman aula pesantren, Sabtu malam, 31 Oktober 2026.
Acara yang berlangsung mulai pukul 20.30 WIB itu diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama yang dipimpin Ananda Sulhan Ariska, santri Kelas 6A KMI. Selanjutnya, penyampaian sambutan dari ketua angkatan kelas akhir, yaitu Nofri Dian Prasetia.
Nofri menyampaikan terima kasih kepada teman-temannya yang telah menyukseskan panggung gembira yang digelar beberapa hari lalu dan mempersiapkan acara tasyakuran pada malam tersebut. Ia juga mewakili santri kelas akhir memohon iringan doa dan restu dewan guru dalam menghadapi ujian akhir.
“Mohon doa dan bimbingan untuk kami semua dari ustaz dan ustazah, agar kami dimudahkan dalam mengikuti ujian TKA dan bisa mencapai cita-cita selanjutnya,” ujar Nofri.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., dalam kesempatan itu mengingatkan seluruh santri kelas akhir untuk senantiasa menyiapkan diri dari berbagai sisi serta berfokus dalam mengikuti ujian TKA yang menjadi penentu keberlanjutan studi selanjutnya.
Menurutnya, ujian TKA merupakan hal yang penting dan tidak boleh dihadapi dengan main-main. Ujian tersebut harus dimaknai dan dipahami dengan serius karena menjadi titik tolak yang menentukan arah ke depan para santri.
“Yang menjadi tolak ukur adalah nilai TKA. Jadi, kalau sudah penting, tidak mungkin dihadapi dengan setengah-setengah. Oleh karenanya, sejak sekarang, fokus TKA,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan santri untuk menahan diri dari segala hal yang dapat menghambat dan menggagalkan ujian, mengatur waktu dengan sebaik mungkin, serta mempersiapkan diri seserius mungkin.
“Yang Allah minta dari hamba itu adalah berusaha dan berdoa,” ingat Tgk. Fadhil.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para direksi pesantren, kepala MAS dan MTs PMA, panitia santri Kelas 2 KMI dan Kelas 4 KMI.
Kegiatan semakin khidmat dengan pembacaan doa yang dipandu Syaikh Aiyub Aljazairy atau yang akrab dikenal Syaikh Al Zahrah. Semua yang hadir tampak tunduk dan khusyuk dalam bait-bait doa yang mengiringi harapan dan cita-cita santri kelas akhir.
Di penghujung acara, kegiatan ditutup dengan makan bersama dan diskusi ringan antar sesama santri dan para ustaz serta ustazah. [RN]









