Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Melalui Media, China, Rusia, dan Iran Tertawakan Demo Antirasisme di AS

Admin1 by Admin1
08/06/2020
in Internasional
0
Dikepung Militer, Area Gedung Putih Mirip Zona Perang

Para demonstran pro-George Floyd berhadapan dengan pasukan polisi tak jauh dari kompleks Gedung Putih, Amerika Serikat, 1 Juni 2020. Foto/Twitter @ellievhall

BEIJING – China, Rusia, dan Iran yang dikenal sebagai musuh bebuyutan Amerika Serikat (AS), kini menertawakan Washington atas insiden demonstran antirasisme. Itu bisa ditunjukkan dalam berbagai media-media China, Rusia, dan Iran yang cenderung menertawakan apa yang terjadi di AS.

Firma penelitian Graphika mengeluarkan kajian berdasarkan volume media sosial dan media massa dengan menggunakan kecerdasan buatan bahwa media massa di China, Rusia, dan Iran memberitakan kerusuhan antirasisme di AS. Itu sebagai bentuk serangan pada AS yang kerap menyerang laporan hak asasi manusia (HAM) di negara tersebut. “Media massa dan pengguna media sosial di tiga negara tersebut menarasikan apa yang terjadi di AS,” dengan laporan Graphika dilansir NBC News.

Graphika menyebut, tujuan utama China adalah mendiskreditkan apa yang terjadi di AS saat ini dan membandingkan dengan kerusuhan di Hong Kong. Kalau Iran memiliki tujuan untuk mengejek AS karena memberlakukan sanksi. “Media Rusia fokus melaporkan fakta demonstrasi dan kerusuhan,” demikian keterangan Graphika.

Sementara itu, editorial People’s Daily menyebut kerusuhan dan reaksi pejabat AS menunjukkan standar ganda. “AS telah merusak lingkungan politik,” tulis media milik pemerintah itu. Itu berkaitan ketika aksi demonstrasi di AS, para pejabat justru mengancam akan memberlakukan sanksi bagi Hong Kong yang akan menerapkan undang-undang keamanan baru.

Kemudian media Pemerintah China lainnya, Global Times, membandingkan respons AS terhadap protes atas kematian George Floyd dengan dukungan Washington sebelumnya kepada para pengunjuk rasa Hong Kong, mengingatkan para pembaca bahwa para politisi AS menggambarkan demo di Hong Kong sebagai “pemandangan indah” demokrasi.

Pemimpin redaksi Global Times, Hu Xijin mengatakan, kekacauan di Hong Kong yang berlangsung lebih dari setahun dan tidak ada tentara dikerahkan. “Tapi, baru tiga hari terjadi kekacauan di Minnesota, Trump secara terbuka mengancam penggunaan senjata api dan menyiratkan akan mengerahkan pasukan militer,” sindirnya dilansir BBC.

Media-media di Rusia pun sama dengan fokus memberitakan kerusuhan dan kekerasan di AS. Wartawan Rusia, Dmitry Kiselyov mengatakan, jika hal yang mirip terjadi di Rusia, AS dan negara-negara lainnya akan segera menerapkan “sanksi yang baru” terhadap Moskow. “Mengapa Washington mencoba untuk mengajari planet ini bagaimana untuk hidup, ketika itu tidak hanya memiliki adegan kekerasan dan kebrutalan, tetapi korban tewas terbesar akibat virus corona,” katanya.

Segera setelah demonstrasi atas kematian George Floyd dimulai di AS, kantor berita Iran, Fars, menerbitkan komentar yang menyerukan Presiden Trump untuk menegakkan kewajiban Amerika di bawah hukum internasional untuk melindungi komunitas kulit hitamnya. “AS mencaci negara-negara lain atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia,” demikian laporan Fars. Media itu menyatakan, AS secara konsisten dan sengaja menolak mengakui serta menangani sejarah suramnya sendiri atas pelanggaran hak asasi manusia.

Senator dari Partai Republik Marco Rubio mengatakan, aktivitas media sosial meningkat di tiga negara, seperti China, Rusia, dan Iran yang menyoroti demonstrasi di AS. “Mereka tidak menciptakan perpecahan, tetapi cenderung mendukung kekerasan,” katanya.

Namun demikian, Graphika menyebutkan tidak menemukan adanya upaya intervensi asing dalam aksi kerusuhan tersebut. “Tidak ada juga disinformasi tentang kerusuhan AS di media massa di tiga negara tersebut,” katanya.

Sumber: Sindonews

Tags: amerikachinairanrusia
Previous Post

Elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil Naik, Prabowo dan Anies Turun

Next Post

Wali Kota Akan Bahas Penetapan Banda Aceh Sebagai Zona Merah Covid-19 dengan Forkopimda

Next Post
“Jangankan Zona Merah, Orange Maupun Kuning Kita Kurang Sepakat”

Wali Kota Akan Bahas Penetapan Banda Aceh Sebagai Zona Merah Covid-19 dengan Forkopimda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dinas Pendidikan Aceh Barat Pertimbangkan Libur Sekolah Dampak Karhutla

Dinas Pendidikan Aceh Barat Pertimbangkan Libur Sekolah Dampak Karhutla

06/09/2026
Aceh Besar Dipecah? Wacana Kabupaten Seuramoe Aceh Muncul di Reses H. T. Ibrahim

Aceh Besar Dipecah? Wacana Kabupaten Seuramoe Aceh Muncul di Reses H. T. Ibrahim

06/09/2026
November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026
Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

Nyan, Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026
PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

PORSENI Al Zahrah 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Nilai Sportivitas dan Persaudaraan

06/09/2026

Terpopuler

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Melalui Media, China, Rusia, dan Iran Tertawakan Demo Antirasisme di AS

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com