BANDA ACEH – Dinas Perternakan Aceh ternyata menghabiskan Rp42,6 miliar atau 53,15 persen dari total anggaran Rp80,1 miliar yang dialokasi untuk program peningkatan produksi hasil perternakan Aceh di APBA 2019.
Salah satunya, yang diklaim berhasil, adalah kegiatan Inseminasi Buatan (IB) yang ‘diklaim’ bisa menghasilkan sapi dengan bobot 800-900 kilogram per ekor.
Dalam dokumen LKPJ Gubernur Aceh 2019, yang diperoleh atjehwatch.com usai dibacakan sekda pada Senin 15 Juni 2020, Dinas Perternakan Aceh mengklaim melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB) telah berhasil dalam meningkatkan populasi ternak rumiansia melalui kelahiran anak IB dan pembaikan mutu genetic ternak.
Masih dalam LKPJ yang diserahkan ke DPR Aceh itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perternakan Aceh mengaku sudah melakukan aksi inseminasi buatan terhadap 47.383 ekor sapi dari target akseptor sebanyak 40.000 di 23 kabupaten kota dengan realisasi kelahiran sebanyak 23.172 ekor.
Ini dianggap salah satu kesuksesan Dinas Perternakan Aceh di 2019.
“Sapi hasil IB memiliki bobot yang lebih baik. Saat ini di beberapa daerah tersedia ternak sapi hasil IB dengan bobot badan 800 hingga 900 kilo. Sementara sapi local rata-rata di bawah 500 kilogram,” tertulis dalam laporan tersebut.
“Secara ekonomi sapi hasil IB memiliki nilai jual yang lebih baik,” tertulis dalam LKPJ tersebut lagi.











