Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Tiga Kabupaten Aceh Dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan

Admin1 by Admin1
04/07/2020
in Nanggroe
0
Puntung Rokok Pemicu Karhutla di Aceh

Banda Aceh – Sebanyak 3 kabupaten di Provinsi Aceh dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketiga kabupaten ini adalah Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya dan Aceh Selatan.

Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Pusdatin BPBA), kebakaran pertama terjadi di Kabupaten Aceh Barat. Di Bumi Teuku Umar ini, sebanyak 10,5 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar.

“Kejadian kebakaran lahan ini terjadi pada hari Senin, 29 Juni 2020 pukul 10:09 WIB di Kecamatan Johan Pahlawan, tepatnya di Desa Leuhan dan Desa Lapang dengan total sekitar 10,5 hektare,” ujar Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi di Banda Aceh, Jumat, 3 Juli 2020.

Sunawardi menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat bermula saat api membesar secara tiba-tiba di salah satu kebun milik warga yang sedang dibersihkan. Namun, untuk penyebab masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat.

Pasca kebakaran, ujar Sunawardi, BPBD Aceh Barat langsung menuju ke lokasi untuk mengecek perkembangan dan melaporkan secara simultan. Pada waktu bersamaan, BPBD Aceh Barat juga menurunkan 2 mobil patroli, 1 mesin khohler, 1 mesin pompa kecil, 2 mobil mobil pemadam kebakaran, 1 mesin apung jet-suster, dan beberapa buah selang serta perlengkapan lainnya.

“Kondisi terakhir api masih membakar lahan dan asap tebar masih terlihat. Saat ini lahan yang dapat dipadamkan mencapai 40 persen,” tutur Sunawardi.

Sementara di Nagan Raya, kata Sunawardi, kebakaran terjadi pada Rabu, Juli 2020 pukul 16.15 WIB. Adapun daerah yang terbakar adalah Kecamatan Tadu Raya. Peristiwa ini juga dalam penanganan pihak kepolisian setemoat.

“Kebakaran ini diketahui berawal dari informasi masyarakat. Namun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar Sunawardi.

Ia menyebutkan, kebakaran di Nagan Raya berdampak pada sekitar 7 hektare lahan. Dalam memadamkan api, BPBD Nagan Raya mengerahkan 10 unit pompa gendong dan 1 mesin pompa ke lokasi kejadian.

“Untuk melakukan pemadaman juga dibantu empat unit mesin pompa air dari masyarakat setempat. Kondisi terakhir sebagian wilayah api sudah berhasil dipadamkan. Sedangkan untuk wilayah Desa Krueng Itam, api sudah dapat dipadamkan, akan tetapi kumpalan asap masih ada,” ujarnya.

“Upaya penanganan menyulitkan petugas dan terkendala oleh terbatasnya sumber air, lahan yang terbakar adalah lahan gambut, dan arah angin yang berubah-ubah,” kata Sunawardi menambahkan.

Sedangkan di Aceh Selatan, kebakaran terjadi pada Kamis, 2 Juli 2020 pukul 21.07 WIB. Kebakaran di menghanguskan beberapa titik lahan di Kecamatan Bakongan dan Trumon dengan total seluas 2,5 hektare.

Menurut Sunawardi, kebakaran di Aceh Sekatan diketahui setelah api terdeteksi di Lapan Fire Hotspot. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti oleh tim, dan mereka langsung melakukan patroli di lokasi yang dimaksud.

“Personel melakukan patroli gabungan di area kemunculan titik api dan menemukan adanya lahan yang terbakar di Gampong Panton Bili Kecamatan Trumon dan Gampong Ujung Mangki Kecamatan Bakongan,” tutur Sunawardi.

Dalam memadamkan api, BPBD Aceh Selatan mengerahkan 2 pemadam kebakaran ke dua lokasi kejadian. Khusus di Bakongan, petugas melakukan pemadaman secara manual bersama aparat TNI, Polri beserta masyarakat setempat.

“Kondisi terakhir api sudah dapat dipadamkan oleh Satgas Dalkarhutla sehingga tidak merambat ke lahan lainnya,” ujarnya. []

Sumber: Tagar.id

Tags: kebakaran
Previous Post

Warga Kajhu Galang Dana untuk Rohingya

Next Post

BPS: Jumlah Penumpang Bandara SIM di Mei Hanya 987 Orang

Next Post

BPS: Jumlah Penumpang Bandara SIM di Mei Hanya 987 Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sidak RSUD-TP Abdya, Bupati Dr. Safaruddin Minta Satpam Jaga Waktu Besuk Pasien

Sidak RSUD-TP Abdya, Bupati Dr. Safaruddin Minta Satpam Jaga Waktu Besuk Pasien

29/04/2026
Tulis Dua Belas Buku Sastra Aceh, Kepala MIN 32 Bireuen Raih Penghargaan

Tulis Dua Belas Buku Sastra Aceh, Kepala MIN 32 Bireuen Raih Penghargaan

29/04/2026
LPPM IAIN Takengon Gelar Coffee Morning, Bahas Kontekstualisasi Ayat Hukum Al-Qur’an

LPPM IAIN Takengon Gelar Coffee Morning, Bahas Kontekstualisasi Ayat Hukum Al-Qur’an

29/04/2026
Polda Aceh Tingkatkan Kesiapan Personel Jelang May Day 2026

Polda Aceh Tingkatkan Kesiapan Personel Jelang May Day 2026

29/04/2026
RSUD Meuraxa Jalin Kerja Sama Rujukan dengan RSUD Cut Meutia Aceh Utara

RSUD Meuraxa Jalin Kerja Sama Rujukan dengan RSUD Cut Meutia Aceh Utara

29/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

Tiga Kabupaten Aceh Dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com