Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Berkuasa Memudahkan

Atjeh Watch by Atjeh Watch
07/07/2020
in Kolom
0
Kesudahan Para Elit Pembangkang

Oleh : Roni Haldi

Rupanya, tak didengar ketika kita berbicara sungguh menyakitkan. Tak dijawab ketika kita bertanya juga menyedihkan dan bahkan tatkala kehadiran kita tak dipedulikan lebih terasa menghinakan. Adalah hal lumrah terjadi dialami banyak orang. Namun yang paling menyakitkan hati dan diri, tatkala yang tidak sama sekali kita lakukan kemudian ditunjuk dituduhkan ke diri kita. Dia yang melakukan, kita sendiri yang ditimpakan tuduhan. Ini juga yang dirasakan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Disaat seruan dakwahnya disepelekan tak didengar, malah ditunjuk ujaran pembual pembohong lagi pendusta. Bahkan disaat lain di cap tukang sihir dan gila hilang akalnya. Beban berat yang dipikul dirasa pasti menjenuhkan rasa di jiwa dan membebani berat pikiran di kepala. Inilah yang dialami oleh sang Habibullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Kehadiran pelipur lara sangat perlu dirasa dan Allah Ta’ala paling mengerti terhadap apa yang dirasa dialami oleh setiap hamba-Nya. Kisah masa perjuangan dakwah terdahulu Nabi Musa alaihi salam telah dipilih menjadi penguat rasa dan diri Nabi akhir zaman. Jauh sebelum kesulitan hari ini, sungguh telah terjadi goncangan kuat dalam jiwa dan dera rasa pada Nabi Musa alaihi salam.

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِي أَقْتُلْ مُوسَى وَلْيَدْعُ رَبَّهُ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الأرْضِ الْفَسَادَ

Dan Fir‘aun berkata (kepada pembesar-pembesarnya), “Biar aku yang membunuh Musa dan suruh dia memohon kepada Tuhannya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di bumi.” (Q.S. Mukmin : 26).

Ini bentuk tegasnya tekad Fir’aun la’natullah untuk membunuh Nabi Musa Alaihi salam. Fir’aun berkata kepada kaumnya, “Biarkan aku membunuh Musa demi kalian.”

{وَلْيَدْعُ رَبَّهُ}

dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya. (Al-Mu’min: 26)

Agar diselamatkan dariku, aku tidak peduli dengan Tuhannya Musa. Ini merupakan ungkapan yang menunjukkan sangarnya keingkaran Fir’aun dan kekerasan hatinya serta kekurangajarannya terhadap Tuhan. Perkataan Fir’aun la’natullah yang disitir oleh firman-Nya:

{إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الأرْضِ الْفَسَادَ}

karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi. (Al-Mu’min: 26)

Yang dimaksud oleh Fir’aun adalah Nabi Musa. Fir’aun merasa khawatir bila Nabi Musa mengubah pendirian manusia dan mengganti tradisi dan adat istiadat mereka yang selama itu telah dibina oleh dia. Dalam sikapnya ini Fir’aun berpura-pura sebagai seorang yang mengharapkan kebaikan bagi manusia. Dia memperingatkan manusia dari Nabi Musa alaihi salam., padahal kenyataannya dia adalah ‘maling teriak maling.’

Terbukti terbuka jelas dalam ayat :

“أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ وَأَنْ يُظهِر فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ”

dia akan menukar agamamu dan menimbulkan kerusakan di muka bumi. (Al-Mu’min: 26)

Dengan memakai huruf “wawu”. Sedangkan ulama lainnya membacanya seperti berikut:

{أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الأرْضِ الْفَسَادَ}

dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi. (Al-Mu’min: 26)

Dengan memakai “au”. Sebagian ulama membacanya dengan men-dammah-kan lafaz al-fas’ad menjadi al-fas’adu, yang artinya menjadi “atau timbul kerusakan di muka bumi.”

Begitulah penjelasan dari Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya Al Qur’an Adzim jilid 4. Mengurai kusutnya muslihat Fir’aun sang penguasa Mesir dikala itu. Berkuasa tentu miliki kekuatan penuh tak terbendung. Yang terpikir diinginkan pasti terobsesi untuk dikabulkan. Berkuasa menjadikan penguasa miliki rasa memilki tak terbatas tak terhingga. Kuasa pada kata menjadikan lisan ampuh tak ingin disanggah apalagi dibantah. Kekuatan kuasa menaikkan dagu meruncingkan ujung mata. Merasa berkuasa meninggikan hati sulit menerima kekurangan. Pengaruh kuasa menipiskan rasa curiga tatkala datang kabar dari pembisik penjilat dipercaya. Merasa paling punya kuasa melonggarkan daya pertahanan hingga musuh mudah menusuk memotong dalam selimut. Kuasa itu perlu tapi jangan terlalu merasa berkuasa.

Lihatlah Fir’aun, dengan kekuatan kekuasaannya ia hendak bunuh Nabi Musa. Tak cukup itu saja. Sangking congkaknya, Allah ditantang agar bantu selamatkan Musa, walau hakikatnya itu hanya upaya menampakkan kehebatannya dihadapan pembisik dan rakyatnya. Sesungguhnya itu semuanya tanda ketidakpercayaan diri Fir’aun diatas ketidakberdayaannya. Lemah diri ditutup dengan kehebatan ungkapan kata.

Kelemahan agar tak tampak terlihat, mudah tergerak ditutup bukti palsu yang dibalut kedustaan. Legalitas kehebatan sangat di harap Fir’aun agar unggul dari rivalnya nabi Musa Alaihi salam. Malu dianggap lemah oleh rakyatnya, dibantu pembisik berwajah penasehat setia legalkan kekuatan kekuasannya dengan kemasan muslihat tuduhan jahat terbalik hakikatnya.

Awalnya fir’aun tidak meminta disembah, namun karena ada yang memulai menyembah dan ditambah dengan provokasi para elit (malak), maka fir’aun pun jumawa dan seterusnya minta disembah.

Dahaga ego Fir’aun haus ingin disembah dianggap Tuhan, Mendapat sambutan dukungan pelelegalan kuasanya berbuat rusak. Rusak diperbuat sendiri, akibat ulahnya ditempel tuduhan kepada Nabi Musa Alaihi salam. Tuduhan terbalik nyata dilakukan. Sungguh kekuatan kekuasaan memudahkan.

Tags: KolomRoni Haldi
Previous Post

Teliti Ayat Qawniyah dalam Pelajaran MIPA, Dosen Unsyiah Raih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry

Next Post

Sukurdi Iska: Minggu Ini Kembali Dilakukan Upaya Damai Bupati dan Wabup Aceh Tengah

Next Post
Sukurdi Iska: Minggu Ini Kembali Dilakukan Upaya Damai Bupati dan Wabup Aceh Tengah

Sukurdi Iska: Minggu Ini Kembali Dilakukan Upaya Damai Bupati dan Wabup Aceh Tengah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Muhammad Fakhrul Arrazi: Dari Bireuen ke Kampus Internasional, Guru Fikih MIN 33 Raih Gelar Doktor di UIII

Muhammad Fakhrul Arrazi: Dari Bireuen ke Kampus Internasional, Guru Fikih MIN 33 Raih Gelar Doktor di UIII

23/06/2026
Mualem Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Mualem Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

23/06/2026
Banda Aceh Terima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara

Banda Aceh Terima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara

23/06/2026
Sekda M Nasir Ditetapkan Jadi Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Sekda M Nasir Ditetapkan Jadi Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

23/06/2026
Malam Ini, Ada Festival Meurukôn Aceh di Taman Budaya

Malam Ini, Ada Festival Meurukôn Aceh di Taman Budaya

23/06/2026

Terpopuler

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

23/06/2026

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

Gelar Raker Tahunan, Al Zahrah Komit Wujudkan Pendidikan Berkualitas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com