Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

AS Sanksi 24 Perusahaan China atas Aktivitas Militer di LCS

Admin1 by Admin1
28/08/2020
in Internasional
0

Jakarta – Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada 24 perusahaan China dan individu yang terlibat aktivitas militer di Laut China Selatan (LCS).

Departemen Perdagangan AS mengungkap ada 24 entitas China yang masuk dalam daftar hitam, termasuk anak perusahaan konstruksi China Communications Construction Company (CCCC).

AS juga menjatuhkan sanksi kepada individu berupa pembatasan visa.

“Pembatasan visa akan berlaku untuk individu dan badan bisnis yang bertanggung jawab atas, atau terlibat dalam, baik reklamasi skala besar, konstruksi, atau militerisasi pos-pos terdepan yang disengketakan di Laut China Selatan atau terlibat dalam tindakan China terhadap Asia Tenggara untuk menghalangi akses mereka ke sumber daya lepas pantai,” kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dilansir dari South China Morning Post, Kamis (27/8).

Citra satelit yang dianalisis oleh konsultan pertahanan IHS Jane’s pada 2016 menunjukkan bahwa anak perusahaan CCCC Dredging mengoperasikan sebagian besar kapal tongkang raksasa yang menggali pasir dari dasar laut dan menumpuknya di atol terpencil di Laut China Selatan.

“RRC tidak boleh diizinkan untuk menggunakan CCCC dan perusahaan milik negara lainnya sebagai senjata untuk memaksakan agenda ekspansi,” ujar Pompeo.

Sanksi ini juga berlaku untuk anggota keluarga mereka.

Perselisihan antara Beijing dan Washington mengenai Laut China Selatan telah membuka peluang konflik militer. Dilaporkan sebelumnya China meluncurkan dua rudal, termasuk pembunuh kapal induk ke wilayah tersebut.

Seorang peneliti di Institut Kajian Internasional Freeman Spogli di Universitas Stanford, Oriana Skylar Mastro pun merespons prahara yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dengan China di Laut China Selatan. Dia mengatakan pertikaian yang terjadi seperti dalam permainan.

“Kita seperti sedang bermain ayam-ayaman, di mana AS mempertahankan operasinya di Laut China Selatan sambil mencoba meningkatkan biaya ke China atas posisinya, sementara China memperingatkan Amerika Serikat jika terus menempuh jalur ini, akibatnya bisa jadi perang,” ujarnya.

Langkah sanksi itu diumumkan satu hari setelah China mengatakan sebuah pesawat mata-mata U-2 AS memasuki zona larangan terbang tanpa izin selama latihan angkatan laut China di Teluk Bohai di lepas pantai timur lautnya.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian menyebut pesawat AS yang melintas tanpa izin itu adalah bentuk provokasi. Ia pun menentang hal tersebut dan telah mengajukan pernyataan serius kepada AS.

“Ini sangat mengganggu aktivitas. Ini secara serius melanggar kode perilaku aman untuk udara dan laut antara China dan AS dan norma internasional. Ini dengan mudah menyebabkan kesalahan penilaian, atau bahkan bisa menyebabkan kecelakaan di laut dan udara,” kata Wu.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Kakanwil Kemenag Aceh Kunker ke Aceh Selatan

Next Post

Swiss Terperosok Jurang Resesi usai Ekonomi Anjlok 8,2 Persen

Next Post

Swiss Terperosok Jurang Resesi usai Ekonomi Anjlok 8,2 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

23/07/2026
Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

23/07/2026
Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, Guru dan Karyawan Al Zahrah Ikuti Program Tahsin Intensif

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, Guru dan Karyawan Al Zahrah Ikuti Program Tahsin Intensif

23/07/2026
Peredaran 130 Kilogram Sabu Berhasil Digagalkan, Seorang Kurir Diamankan di Aceh Timur

Peredaran 130 Kilogram Sabu Berhasil Digagalkan, Seorang Kurir Diamankan di Aceh Timur

23/07/2026
Pemkab Aceh Jaya Apresiasi Kejari Pulihkan Rp2,05 Miliar Keuangan Negara

Pemkab Aceh Jaya Apresiasi Kejari Pulihkan Rp2,05 Miliar Keuangan Negara

23/07/2026

Terpopuler

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026

AS Sanksi 24 Perusahaan China atas Aktivitas Militer di LCS

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com