Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Pulau Baguk, Kuburan Massal Saksi Bisu Dahsyat Tsunami Aceh

Admin1 by Admin1
26/12/2020
in Lintas Barat Selatan
0

SINGKIL- Hari ini 26 Desember, tepat 16 Tahun gempa dan tsunami meluluhlantakkan pesisir Aceh. Ratusan ribu jiwa menjadi korban dalam peristiwa yang mengerikan dari sejarah bencana di dunia itu.

Dunia pun ikut berduka, warga dari berbagai negara berbondong-bondong membantu Serambi Mekkah untuk bangkit. Saat itu jenazah bergeletakan di jalanan, tak sedikit pula yang hanyut terbawa air.

Dari sekian banyak yang hanyut, sekitar 97 jenazah terbawa arus ke Selatan Aceh, tepatnya ke Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

Masyarakat setempat mengambil langkah cepat untuk menguburkan jenazah tersebut secara massal. Sebab, banyak jenazah yang tidak memiliki identitas. Sementara tiga jenazah yang memiliki identitas dikuburkan secara terpisah.

Masyarakat di Kepulauan Banyak menguburkan puluhan jenazah itu di satu pulau yang tidak berpenghuni yaitu di Pulau Baguk. Pulau ini, tidak begitu jauh dari Kecamatan Pulau Banyak, pulau yang berpenghuni sekitar 3.000 orang.

“Kuburan massal ini jenazahnya kebanyakan dari daerah Meulaboh, yang terdampar setelah 21 hari kejadian Tsunami Aceh,” kata Kepala Desa Baguk, Kecamatan Pulau Banyak kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (26/12).

Hardi mengatakan, awalnya mereka tak mengetahui dari mana kemunculan jenazah itu. Warga pun tidak menduga kalau itu adalah korban tsunami.

“Yang ada identitas itu dari TNI, karena ketahuan identitasnya dari baju yang jenazah pakai, lalu jenazahnya kami kuburkan terpisah di Pulau Baguk. Keluarganya sering berziarah ke sini. Sementara dua orang lagi diambil keluarganya,” kata Hardi.

Hingga kini warga setempat terus merawat kuburan massal itu. Dan setiap peringatan tsunami, warga disana menggelar zikir di lokasi tersebut.

Pulau Baguk yang berhadapan langsung dengan pelabuhan kapal Pulau Banyak, ternyata menyimpan sisi lain yang eksotis.

Meskipun Pulau yang tidak terlalu besar ini dijadikan kuburan massal, namun pulau ini kerap dikunjungi wisatawan untuk menikmati bibir pantainya yang eksotis.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Pulau Baguk. Mulai dari snorkeling sembari menikmati terumbu karang yang berbagai macam dan bentuk. Atau pengunjung juga bisa bersantai merasakan hembusan angin dan rimbun pohon kelapa yang berjejer memenuhi daratan pulau.

Namun, Pulau Baguk belum dilengkapi dengan fasilitas penginapan/cottage, seperti pulau-pulau lain yang ada di Kepulauan Banyak. Karena jarak Pulau Baguk dengan Pulau Banyak hanya berkisar sekitar 1 kilometer atau 15 menit perjalanan menggunakan perahu mesin nelayan.

Pulau ini hanya ada satu rumah gubuk dari kayu yang dimiliki oleh warga. Dan dijadikan sebagai tempat beristirahat bagi warga yang memiliki kebun di Pulau ini.

Untuk bisa menandai pulau ini cukup mudah. Pulau ini ditandai dengan mercusuar sepanjang 15 meter. Atau bisa melihat langsung dari pelabuhan fery Pulau Banyak, karena lokasinya berhadapan langsung dengan Pulau Baguk.

Di lokasi ini juga sudah dibangun monumen tsunami Aceh, untuk menandakan bahwa pulau tersebut terdapat kuburan massal korban tsunami.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

PII Aceh Timur Latih Pelajar Jadi Pemimpin

Next Post

Plt Kadisdik: Kita Terus Benahi Pendidikan Aceh Agar Makin Banyak yang Lolos SNMPTN

Next Post

Plt Kadisdik: Kita Terus Benahi Pendidikan Aceh Agar Makin Banyak yang Lolos SNMPTN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

21/04/2026
35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

21/04/2026
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

21/04/2026
Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

21/04/2026
Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

Pulau Baguk, Kuburan Massal Saksi Bisu Dahsyat Tsunami Aceh

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com