PRIA itu memiliki perawakan sangar. Tangannya berotot dan kulit sawo matang.
Ia bernama Murhaban, seorang nelayan asal Desa Seurapong, Pulau Breuh, kecamatan Pulo Aceh.
Ia menyambut kami dengan hangat saat membesuk istrinya, Darmayanti yang sedang dirawat di Arafah 2, kamar 5, RSUZA Kota Banda Aceh.
Hadir juga di sana Ahmad Syukran, staf ahli dari DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc.
Video istrinya dalam keadaan kritis yang ditemani bidan dalam boat nelayan menjadi viral di media sosial.
Wajah Murhaban memerah tatkala mendengar nama Mawardi Ali bupati Aceh Besar.
“Lon awai tim puteh. Tapi jinoe, asal ta telepon bupati selalu hana watee,” ujar Murhaban.
Tim Putih merupakan sebutan untuk tim pemenangan Mawardi-Waled di pilkada 2017 lalu. Mawardi Ali-Waled Husaini dinyatakan menang untuk Aceh Besar dan memimpin Aceh Besar hingga kini.
Murhaban sendiri adalah tim putih untuk Pulo Aceh.
“Lon tim puteh, Bahkan karena nyan, lon harus bermusuhan dengan saudara lon sendiri. Jih tim merah,” kata Murhaban.
“Saudara lon tim merah dan mantan (GAM-red),” kata Murhaban.
Usai menang, Mawardi berulangkali diundang ke Pulo Aceh, namun kata Murhaban, yang bersangkutan berulangkali juga menolak dengan alasan sibuk dan tak ada waktu.
“Pernah (Mawardi-red) berjanji kepada kami untuk memberikan KTA khusus. Jadi kalau ada janji, bisa langsung (tanpa harus antri atau terjadwal-red). Tapi juga tak pernah terealisasi,” kata Murhaban.
Murhaban sendiri mengaku tidak pernah menuntut macam-macam pada Mawardi Ali selaku timses di Pulo Aceh.
“Kami minta Ambulance Laut. Agar kalau ada yang sakit bisa dirujuk dengan nyaman,” katanya.
Murhaban mengakui bahwa pembangunan di Pulo Aceh masih jauh dari harapan. Demikian juga soal fasilitas pendidikan dan kesehatan.
“Meunyoe tapike saket hate. Tapi kakeuh dan ka terjadi,” ujarnya.
“Meunyoe Mawardi hana mampu urus Pulo Aceh, lepaskan mantong. Peu u Sabang atau Banda Aceh,” katanya lagi.
Di sisi lain, Murhaban mengaku bukan tim Syech Fadhil dan belum pernah bertemu dengan sosok itu. Namun kepedulian Syech Fadhil dan tim untuk membesuk dia dan istri-nya sangat dihargainya.










