BLANGPIDIE – Puluhan Kaur Perencanaan Gampong dan Sekdes se Kecamatan Sosoh Kabupaten Aceh Barat Daya ikuti kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran Data Indeks Desa Membangun (IDM) Berbasis Sustainable Development Goals Desa (SDGs Desa) yang digelar di Aula Puskesmas Susoh, Kamis (18/03/2021).
Acara sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Zulfan Camat Sosoh. Ikut serta pada kegiatan tersebut, Suhadi, Sp yang merupakan Tenaga Ahli Kabupaten Abdya dan sekaligus yang memberikan materi sosialisasi dimaksud, Ketua Bandan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Aguslan yang juga Keuchik Pulau Kayu Kecamatan setempat, Para PLD dan PD.
Zulfan, Camat Susoh dalam pidato pembukuan mengucapkan harapannya agar para peserta benar-benar mengikuti Sosialisasi Pemutakhiran Data IDM yang berbasis SDGS 2021, sesuai dengan peraturan Menteri Desa PDTT.
“Kegiatan ini merupakan salah satu prioritas dari Dana Desa tahun 2021 dan berbasis aplikasi. Setelah kegiatan ini selesai, maka tiap-tiap Gampong akan dibentuk kelompok kerja relawan pendataan desa,” kata Zulfan.
Ia juga mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas kerja keras semua pihak, terutama para praktisi atau perangkat Gampong beserta Sekdes dan juga tim kecamatan, para PD dan PLD atas keberhasilan yang telah dan akan dicapai kedepan.
“Semoga semua Gampong di Kecamatan Susoh tidak lagi terkendala pada data dan kebutuhan ketika laporan dibutuhkan. Semoga pada tahun 2021 ini tidak ada Gampong tertinggal di kecamatan kita,” harap Zulfan.
Ketua BKAD Aguslan yang didampingi Sekretarisnya Muhammad Nasir pada saat penutupan acara Sosialisasi tersebut mengatakan, ada peran inti pada peserta semua yang telah berhadir pada acara sosialisasi IDM itu.
“SDGs Desa adalah salah satu terobosan dari kementrian Desa untuk lebih terarah, terkonsep dan lebih terukurnya program kegiatan pembangunan dan pemberdayaan yang ada di Gampong,” ucapnya.
Aguslan juga berharap setelah sosialisasi IDM yang digelar pihaknya itu dapat memudahkan gampong dalam mengimput data-data yang diperlukan.
“Tujuan sosialisasi ini dilaksanakan adalah agar Desa atau Gampong akan memiliki data mikro, yang detail jelas dan akurat. Contoh, ketika Gampong bicara kemiskinan, maka akan ada definisi miskin yang kontekstual, didukung data by name by addres siapa yang miskin dan dimana beradanya si miskin ini, dan program apa yang harus diterima oleh si miskin,” imbuhnya.
Reporter: Rusman











