Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Cara Pemerintah Aceh ke Luar Negeri Cari Investor Dinilai Hanya Jargon Klasik

Admin1 by Admin1
11/04/2021
in Nanggroe
0
BRA Diminta ‘Tak Lambong-lambong Kupiah’ Atas Nama Korban Konflik

Usman Lamreung

BANDA ACEH – Gubernur Aceh bersama sejumlah orang dekatnya saat ini sedang berada di Abu Dhabi. Namun hal ini dinilai jargon klasik yang dikemukakan adalah mencari investor untuk menumbuhkan ekonomi rakyat agar tak lagi menjadi juara I termiskin di Sumatera.

Hal ini disampaikan akademisi Universitas Abul Yatama (UNAYA) Aceh Besar, Usman Lamreung, menanggapi pernyataan pemerintah Aceh yang mengatasnamakan investasi untuk kemajuan Aceh, Minggu 11 April 2021.

“Sudah 16 tahun Aceh dalam damai, tentu dalam damai tersebut banyak harapan-harapan rakyat Aceh untuk membangun kembali Aceh dari keterpurukan, akibatkan konflik senjata berkepanjangan dan diluluh-lantakan gempa/tsunami tahun 2004. Untuk mengejar dari ketertinggalan dengan daerah lain, sudah pasti banyak terobosan kebijakan oleh pemerintah Aceh tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah (RPJM). Dengan dana Otsus yang besar, Aceh kembali bergeliat, membangun kembali peradaban baru. Aceh dalam damai sudah tiga kali rotasi kepemimpinan melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada),” kata Usman.

“Banyak sektor yang ingin dikembangkan pemerintah Aceh, diantaranya adalah membuka lapangan kerja, dengan membuka Kawasan Indutri Aceh (KIA) di Ladong Aceh Besar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe, Badan Penguasaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Destinasi Wisata Bahari, Badan Pengelolaan Migas Aceh dan berbagai program lainnya.”

Menurutnya,, berbagai pengembangan kawasan di sektor tersebut di tambah dengan kewenangan kekhususan Aceh, namun ironisnya sampai saat ini, Aceh belum mampu keluar dari kemiskinan dan belum sepenuhnya yang ingin di capai mampu direalisasikan, belum berdampak pada pertumbuhan di sektor industri, pertambangan, minyak dan gas, pelabuhan bebas sabang, destinasi wisata dan lainnya.

“Sepertinya banyak program-program yang dicetuskan Pemerintah Aceh lebih hanya pada slogan, serimonial formal, popularitas dan simbolis saja. Sangat di sanyangkan, seperti Kawasan Industri Aceh (KiA) Ladong Aceh Besar, sejak tahun 2019 diresmikan oleh Plt Gubernur Nova Iriansyah saat itu, hingga sekarang belum ada satupun indutri yang berjalan. Malah lebih parah lagi, KIA sudah jadi besi tua dan kawasan industri kosong tanpa aktivitas industri. Dulu memang sudah ada yang berkeinginan berinvestasi dan mengelola Kawasan Industri Aceh (KIA) oleh Ismail Rasyid putra Aceh, namun akibat belum beresnyan berbagai kebutuhan dasar, akhirnya PT Trans Continent angkat kopor dari KIA.”

“Lambatnya pertumbuhan dan perkembangan pusat industri, belum berminat pemodal berinvestasi di Aceh. Masih banyak masalah internal yang belum selesai seperti sektor jasa, pelayanan, kepastian hukum, keamanan dan lainnya. Berbagai masalah tersebut sepertinya belum diselesaikan dengan tuntas dari hulu ke hilir, termasuk reformasi birokrasi. Lambatnya penyelesaian tersebut, banyak para investor yang datang urung berinvestasi di Aceh,” ujar dia.

Akhirnya, kata Usman, Pemerintah Aceh memutuskan untuk melakukani kunjungan, lawatan berbagai negara dengan nama mencari Investor.

“Lawatan dan kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah Aceh sejak pemerintahan Irwandi pertama hingga pemerintahan Nova Iriansyah sekarang ini, belum ada satupun yang mampu menyakini para investor untuk menanamkan modalnya di Aceh, kecuali Uni Emirat Arab, itupun ada peran pemerintah pusat (Presiden Jokowi dan Pak Luhut Menko Maritim) Uni Emirat Arab (UEA) merespon dan serius investasi sektor parawisata di Pulau Banyak.”

“Lawatan ke Belanda, Turki, India, Jepang, Singapura, Eropa dan berbagai negara lainnya, sepertinya tidak ada realisasi, respon dari para investor. Sepertinya kunjungan Pemerintah Aceh, terus gagal mencari investor, biarpun miliyaran anggaran dihabsikan, namun tak ada hasil apapun, sepertinya tim lemah dalam lobi, stafsus bidang investasi tak mampu, tak berdaya menyakinkan para investor, sudah sangat wajar publik Aceh sorot kunjungan pemerintah Aceh berserta pejabatnya terkesan bertamasya berkedok mencari investor,” kata Usman.

“Sudah banyak pemerintah Aceh obral janji, sebagai contoh kerjasama dengan India untuk membangun rumah sakit di Sabang, namun sepertinya kerjasama India dan Aceh hanya sesuwil kertas, namun tak bermakna, tak berbekas dan bermamfaat. Hanya basa basi, tanpa realisasi. Pemerintah Aceh terus berberjanji, dan obral janji, di media-media, dengan memberikan harapan-harapan, namun dalam realita hanya omong kosong, tak ada bukti, tak ada realisasi dan implementasi, hingga saat inipun belum ada tindak lanjut dari pihak India sebagai pemodal.”

“Begitu juga dengan lawatan pemerintah Aceh berbagai negara lainnya, tak ada hasil dan realisasi akhirnya rakyat semakin tak percaya pada kerja-kerja pemerintah Aceh, padahal anggaran sudah banyak dihabiskan. Terakhir seminggu yang lalu, Tim Pemerintah Aceh dipimpin langsung Gubernur Aceh Nova Iriansyah berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA), untuk menjajaki kembali kerjama sama investasi di Aceh sektor parawisata dan industri lainnya. Rakyat Aceh akan tunggu hasil kenjungan tersebut, apakah membuahkan hasil seperti yang sudah disampaikan melalui media, atau hanya sebatas haba mangat, atau kunjungan tersebut hanya jalan-jalan bertamasya berkedok mencari investor,” kata Usman.

Rakyat Aceh, kata dia, pasti bangga dan mendukung sepenuhnya kerja-kerja pemerintah Aceh, apalagi pemerintah Aceh dibawah Gubernur Nova Iriansyah benar-benar serius menjemput investor ke Uni Emirat Arab, untuk pembangunan Aceh kedepan.

“Namun atas kepercayaan rakyat Aceh semestinya pemerintah Aceh menepati berbagai janji, membuktikan pada rakyat bahwa kunjungan dan lawatan ke berbagai negara yang sudah dilakukan pemerintah Aceh bukan berkedok bertamasya dengan uang SPPD rakyat, namun benar-benar mencari investor dan harus ada pembuktian serta hasil, bukan terus dalam angan-angan dan harapan palsu,” ujarnya lagi.

Previous Post

Riset: Sinar Matahari Bunuh Covid-19 8 Kali Lebih Cepat

Next Post

Harga Daging Meugang di Abdya Tembus Rp 200 Ribu Per Kilogram

Next Post
Harga Daging Meugang di Abdya Tembus Rp 200 Ribu Per Kilogram

Harga Daging Meugang di Abdya Tembus Rp 200 Ribu Per Kilogram

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Terkait Potongan Video JK, Ketua PMI Aceh Akan Polisikan Ade Armando dan Abu Janda

Terkait Potongan Video JK, Ketua PMI Aceh Akan Polisikan Ade Armando dan Abu Janda

24/04/2026
Pemkap Abdya Ajak Masyarakat Meuseraya Makan Lemang di Krueng Beukah

Pemkap Abdya Ajak Masyarakat Meuseraya Makan Lemang di Krueng Beukah

24/04/2026
Kadisdik Dayah Aceh Besar Ajak Masyarakat Hadiri Pengajian Rutin

Kadisdik Dayah Aceh Besar Ajak Masyarakat Hadiri Pengajian Rutin

24/04/2026
DKP Simeulue Telusuri Kapal Bantuan KKP untuk Kelompok Nelayan

DKP Simeulue Telusuri Kapal Bantuan KKP untuk Kelompok Nelayan

24/04/2026
Pemkab Aceh Tamiang Sosialisasikan Aplikasi SIKEPO Mobile untuk Absensi ASN

Pemkab Aceh Tamiang Sosialisasikan Aplikasi SIKEPO Mobile untuk Absensi ASN

24/04/2026

Terpopuler

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026

Bangun dan Perkuat Sinergi, HIPMI Silaturahmi dengan Kejari Aceh Barat Daya

PMII Komisariat UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Pimpinan STAI Pante Kulu, Ada Apa?

Cara Pemerintah Aceh ke Luar Negeri Cari Investor Dinilai Hanya Jargon Klasik

Lantik 4 Kepala SD dan SMP, Amrizal: Junjung Tinggi Integritas dan Disiplin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com