Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Perawat yang Abaikan Tugas Pasca Bayi Lahir di Pembalut Harus Diberikan Sanksi

Admin1 by Admin1
28/04/2021
in Nanggroe
0
Perawat yang Abaikan Tugas Pasca Bayi Lahir di Pembalut Harus Diberikan Sanksi

MEUREUDU  – Kepala Ombudsman RI perwakilan Aceh melakukan investigasi di rumah sakit terkait kasus melahirkan bayi dalam pembalut di ruang persalinan yang membuat heboh kalangan masyarakat di tanah rencong Aceh.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr Taqwaddin, terjun langsung ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Pidie Jaya untuk investigasi kasus ibu muda yang melahirkan dalam pembalut beberapa waktu lalu.

Taqwaddin mengaku menemukan kasus mall administrasi di RSUD Pidie Jaya terkait pembiaran ibu melahirkan dalam pembalut tanpa pendampingan paramedis.

Dikatakan Taqwaddin, petugas piket di ruang Kupula atau ruang bersalin, pada malam itu ada 4 orang, 2 orang tidur, 1 sedang shalat malam dan 1 nya sedang keluar.

Terkait dengan kasus ini, Taqwaddin minta kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya dr Fajriman untuk memberikan sanksi kepada paramedis yang telah melakukan kelalaian terhadap pelayan publik.

“Ambil tindakan dan berikan sanksi kepada petugas yang melanggar etika medis, petugas piket itu bukan untuk tidur main game dan jalan-jalan, satu detik saja membiarkan pasien itu sebuah pelanggaran,” katanya.

“Jangan pilih kasih dalam memberikan sanksi, siapapun dia, baik itu anak pejabat atu bukan, supaya jadi pembelajaran kedepan, supaya tidak ada para medis yang main-main, ini menyangkut nyawa manusia,” ujar Taqwaddin lagi.

Menurutnya, resiko paling tinggi adalah menangani manusia.

“Di sini butuh orang-orang yang kompetensi nya lebih tinggi, karena yang kita tangani orang sakit,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya, dr Fajriman, di lokasi yang sama saat sedang bersama dengan kepala Ombudsman.

Kemudian saat diminta wawancara oleh awak media terkait kedatangan Ombudsman, dia menolak.

“Tidak perlu lagi yang saya sampaikan, karena sudah disampaikan oleh ombudsman yang lebih akurat,” ujar Fajriman.[ ]

Previous Post

Pemkab Pidie Jaya Kembali Gelar Pasar Murah

Next Post

Bali Resto, Tempat Favorit Berbuka Puasa Kaum Milenial di Abdya

Next Post
Bali Resto, Tempat Favorit Berbuka Puasa Kaum Milenial di Abdya

Bali Resto, Tempat Favorit Berbuka Puasa Kaum Milenial di Abdya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

MA Tolak Kasasi Anggota DPR Aceh ‘Pemukul Anak’ dan Tambah Vonis Jadi 8 Bulan Penjara

MA Tolak Kasasi Anggota DPR Aceh ‘Pemukul Anak’ dan Tambah Vonis Jadi 8 Bulan Penjara

27/03/2026
Lebaran, Harga Ikan Laut Segar di Aceh Melambung

Lebaran, Harga Ikan Laut Segar di Aceh Melambung

27/03/2026
Pemkab Aceh Barat Alokasi Rp1 Miliar Bangun Jalan Rusak ke Lokasi Bencana

Pemkab Aceh Barat Alokasi Rp1 Miliar Bangun Jalan Rusak ke Lokasi Bencana

27/03/2026
Verifikasi Penerima Tunjangan Profesi Guru di Aceh Besar Rampung Hari Ini

Verifikasi Penerima Tunjangan Profesi Guru di Aceh Besar Rampung Hari Ini

27/03/2026
Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Perawat yang Abaikan Tugas Pasca Bayi Lahir di Pembalut Harus Diberikan Sanksi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com