Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Janji Kampanye ‘Azam’ Dinilai Banyak Tak Terealisasi

Admin1 by Admin1
26/05/2021
in Lintas Barat Selatan
0
Janji Kampanye ‘Azam’ Dinilai Banyak Tak Terealisasi

Banda Aceh – Sejumlah aktivis menilai bupati Aceh Selatan tidak serius dan lemah komitmen dalam membawa Aceh Selatan ke arah yang lebih baik.

“Sejak awal kita sudah mensinyalir bahwasanya Bupati Aceh Selatan tidak akan menandatangani fakta integritas yang diajukan Gerakan Pemuda Aceh Selatan, walaupun itu semua demi kebaikan Aceh Selatan. Hal itu pula membuktikan bahwa selama ini gaya sok merakyat dibarengi selfie dan ajakan bersama-sama membangun Aceh Selatan itu sebagai bentuk kepura-puraan belaka, sementara faktanya komitmen untuk perubahan Aceh Selatan itu seperti onggokan bangkai yang menebar bau busuk,” ungkap salah satu orator aksi Gerakan Pemuda Aceh Selatan (GerPAS) kepada media, Rabu (26/05/2021).

Menurut Ozy Rizky, tuntutan GerPAS tersebut masih relatif wajar, diantaranya menuntut Bupati Aceh Selatan untuk merealisasikan janji kampanye, mendesak Bupati Aceh Selatan untuk mentransfaransikan Dana Refocussing Covid-19, menuntut Bupati Aceh Selatan untuk menyelesaikan pembangunan yang mangkrak dan menuntut Bupati Aceh Selatan untuk meningkatkan PAD.

“Sangat logis jika Bupati Aceh Selatan tidak berani menandatangani hal itu, karena memang dirinya sadar hal itu tak mungkin dilakukan. Misalkan terkait janji kampanye, saat ini kita bisa melihat berapa banyak janji kampanye Azam yang tidak terealisasi. Apalagi bisa jadi Bupati sendiri tak paham dengan penjabaran RPJM Aceh Selatan yang menguraikan visi dan misi serta janji kampanye pemerintahan Azam itu sendiri, karena visi dan misi itu sendiri dibuat oleh orang lain. Apalagi besar kemungkinan pembangunan Aceh Selatan saat ini sudah jauh dari RPJM yang mestinya jadi patron. Ditambah lagi, kita menilai nalar seorang Bupati bisa jadi sangat terbatas untuk memahami semua janji beserta visi dan misi pemerintahannya itu, ditambah lagi komitmennya untuk membangun Aceh Selatan lebih baik itu masih bertolak belakang antara ucapan dan kenyataan,” jelasnya.

Mantan Kabid Advokasi Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (Hamas) itu juga menambahkan, perihal kedua seperti transparansi anggaran refokusing juga akan relatif sulit untuk dipastikan oleh Bupati Aceh Selatan. “Bupati Aceh Selatan mana berani membeberkan Penggunaan yang anggaran refokusing itu, apalagi sudah ada temuan BPK RI terkait penggunaan anggaran tersebut, belum lagi untuk point-point penggunaan dana refokusing yang belum diaudit BPK RI, bisa jadi terindikasi banyaknya ketidakjelasan penggunaan anggaran yang membuat Bupati enggan untuk melakukan transparansi. Sebagai contoh, ada biaya bantuan tambak udang dengan besaran mencapai 1 milyar rupiah, apakah itu benar-benar untuk ketahanan pangan dan penguatan ekonomi di masa pendemi, atau memuluskan rencana usaha sekelompok orang lingkaran, jumlahnya kan lumayan fantastis jika digunakan oleh satu kelompok saja, padahal bisa digunakan untuk beberapa kelompok masyarakat, dan pembiayaan itu lebih. Inikan belum diselidiki lebih lanjut oleh pihak penegak hukum. Belum lagi kemungkinan-kemungkinan lainnya yang terindikasi bermasalah. Jadi sangat wajar Bupati tidak bakal mau menandatangi fakta integritas itu,”sebutnya.

Fakta lainnya, lanjut Ozy, terkait proyek pembangunan yang mangkrak. Tentunya Bupati tidak berani menuntaskan hal itu, mengingat sumber anggaran Aceh Selatan. Ditambah lagi, jika penuntasan proyek mangkrak itu melibatkan pihak penegak hukum, itu tentunya berpotensi menjerat orang-orang lingkaran kekuasaan. “Sebagai contoh, di daerah Pasieraja ada proyek yang sudah dimulai namun berhenti begitu saja, belum lagi sejumlah proyek lainnya yang tidak dilanjutkan atau tidak selesai. Ini tentu akan membuat Bupati Aceh Selatan semakin dilema,”bebernya.

Selanjutnya, Ozy juga menyebutkan tentang penanganan banjir di Aceh Selatan yang bisa jadi menelan anggaran yang begitu besar dan Bupati Aceh Selatan akan sangat sulit untuk merealisasikan hal itu. “Jangankan untuk persolan banjir, DAK bidang pertanian saja tahun 2020 kabupaten Aceh Selatan di blokir oleh kementerian sehingga tidak bisa melakukan pengajuan, walaupun Bupati Aceh Selatan sudah mengirimkan tim untuk melakukan presentasi, alhasil juga gagal kan. Apalagi untuk penanganan banjir yang jumlah anggarannya tidak sedikit dan dibutuhkan keseriusan Bupati untuk itu,” sebutnya.

Ozy Rizky yang mengaku tidak tertarik untuk beraudiensi dengan Bupati Aceh Selatan hari ini kembali meyebutkan, persoalan lainnya seperti peningkatan PAD juga relatif sulit untuk dicerna apalagi disetujui Bupati Aceh Selatan. Selain karena minimnya sumber PAD juga minimnya kreativitas pemkab untuk menghasilkan PAD itu sendiri. “BUMD saja tidak jalan misalkan, sumber PAD lain di luar pajak dan distribusi juga tidak terkelola dengan baik. Belum lagi patut disinyalir ada PAD yang tidak masuk atau tidak disetor ke kas daerah setelah dikumpulkan. Ditambah lagi, jika kita bicara aset daerah yang belum tertata dan berfungsi dengan baik,”katanya.

Lebih lain, Ozy menegaskan, alasan dirinya sangat yakin bahwa Bupati Aceh Selatan tidak berani menandatangani fakta integritas untuk perbaikan Aceh Selatan itu, karena pada notabenenya keputusan akhir dalam pemerintahan tidak ada ada Bupati Aceh Selatan tapi disinyalir ada matahari lainnya yang mengendalikan pemerintahan Aceh Selatan. “Jadi, sangat wajar Bupati Aceh Selatan tidak berani bersikap untuk melakukan perubahan Aceh Selatan tanpa persetujuan oknum matahari lainnya yang berada diluar pemerintahan,” katanya.

Ozy juga menuturkan, sejauh ini program pemerintahan, janji kampanye hingga visi dan misi Azam selain hanya berakhir diatas lembaran kertas juga hanya sampai sebatas launching saja. ” Setelah launching dan selfie berakhir begitu saja, itulah fakta yang terjadi. Sehingga janji kampanye Azam bak Onggokan Bangkai yang menebar bau busuk. Sepandai apapun disembunyikan juga akhirnya tercium oleh masyarakat “pungkasnya.

Previous Post

Melalui ACT, Relawan Pemuda Jagong Jeget Salurkan Rp 22 Juta untuk Palestina

Next Post

Qanun Jinayat Dinilai Penting untuk Direvisi

Next Post

Qanun Jinayat Dinilai Penting untuk Direvisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Ohku, BMKG Ingatkan Aceh Siaga Bencana Hidrometeorologi

10/04/2026
Pupuk Indonesia Bangun Dua Pabrik Metanol di Aceh dan Kaltim

Pupuk Indonesia Bangun Dua Pabrik Metanol di Aceh dan Kaltim

10/04/2026
Pertamina Pastikan Stok Avtur Embarkasi Haji Aceh Aman

Pertamina Pastikan Stok Avtur Embarkasi Haji Aceh Aman

10/04/2026
HUT ke-24 Abdya, Dr. Safaruddin Mampu Keluarkan Daerah dari Tekanan Fiskal

HUT ke-24 Abdya, Dr. Safaruddin Mampu Keluarkan Daerah dari Tekanan Fiskal

10/04/2026
Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

10/04/2026

Terpopuler

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

09/04/2026

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com