Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Sang Pembuat Robin Itu Bernama Mak Usuh

Admin1 by Admin1
05/11/2019
in Feature
0

PRIA itu bernama Mak Usuh. Dia adalah warga Desa Kuala Baru Sungai, Kecamatan Kuala Baru, kabupaten Aceh Singkil.

Sehari-hari hidup dengan keluarga seadanya, Mak Usuh menggeluti profesi sebagai tukang robin atau perahu bermesin.

Pekerjaan tersebut dilakoninya sejak usia muda. Hal ini disampaikan Mak Usuh saat dikunjungi atjehwatch 5 November 2019.

Saat bekerja, Mak Usuh menyelesaikan sendirian saja tanpa dibantu oleh orang lain. Sedikit demi sedikit ia kerjakan hingga selesai.

Adapun alat yang digunakan nan alakadarnya seperti gergaji, kapak kecil, pahat, klamar. Alat itulah selama ini setia menemani Mak Usuh untuk menyelesaikan pembuatan robin. Bukan satu atau dua robin saja diselesaikan, tetapi sudah ratusan robin diselesaikan dengan alat tersebut.

Bahan robin dibuat dari kayu, yang sering Mak Usuh gunakan adalah kayu meranti. Untuk tulang robin (lone) diambil sendiri oleh Mak Usuh dari tengah hutan.

“Menyoe nek peuget robin, sigoe-goe jak u rimba cet jak cok bak kaye bulat untuk lone ( kalau mau buat robin, sesekali pergi ke hutan untuk ambil kayu bulat sebagai tulang robin), ” ujar Mak Usuh

Di tanah lapang tepi pantai Suka Jaya, disitulah Mak Usuh bekerja.

Angin berhembus sepoi-sepoi dan sesekali terdengar suara burung membuat Mak Usuh semangat bekerja.

Ia saat ini berusia 74 tahun, tetapi semangat kerjanya masih seperti anak muda dalam menggeluti profesinya itu. Ia memulai pekerjaanya jam 08.00 Wib, pulang jam 17:00 Wib. Begitu setiap harinya.

Saat membuat robin, Mak Usuh menyediakan total biaya bahan senilai 6,5 juta per satu robin. Ia menyelesaikan satu buah robin menghabiskan waktu selama 2 bulan, dari awal hingga siap beroperasi. Per satu buah robin dihargakan 8,5 juta, lebar robin 1,5 meter dan panjang 8 meter.

Suka maupun duka, begitulah Mak Usuh telah melalui profesinya bertahun-tahun.

Bukan hanya itu, melihat profesi Mak Usuh yang begitu terampil, pada  2005 dan 2007 Mak Usuh sudah pernah didatangi pemerintah (Penyalur bantuan pertukangan). Mak Usuh ditawarkan akan dibantu biaya pendongkrak usahanya itu senilai 40 juta, namun ditolaknya.

“Rojeh lon kathom diteuka penyalur bantuan, dikhen dibantu peng 40 juta untuk peukemang usaha, gohlom jeut kuchok. (Dulu saya sudah pernah datawarkan bantuan dari pemerintah senilai 40 juta, tapi belum pantas saya ambil),” kata Mak Usuh sambil menunduk.

Kebiasaan Mak Usuh yang tidak gegabah dan tidak terburu-buru, membuat dirinya percaya diri bahwa pekerjaannya selama ini ia kerjakan dengan baik dan penuh keberkahan.

“Bale keh trep asai tapubut kedro, hek tanyoe kedro nan jih mantong kerja, insyaAllah berkah. (Biarlah lama, capek kitakan sendiri namanya saja kerja, isnyaAllah berkah),” katanya dalam bahasa Aceh tapi logat Singkil.

Prinsip Mak Usuh membuat keluarga kecilnya bahagia hingga saat ini. Ia sudah memiliki cucu, beberapa kali ditawari bantuan, tetapi ia tetap ditolaknya.

“Kon lon hantem cok bantuan, tapi mantong na lom yang leubeh perle dari lon. Kalau tacok kon hak tanyoe nek peuget tanyo susah. (Bukan saya tidak mau ambil bantuan, tapi masih ada yang lebih membutuhkan. Kalau saya ambil bukan hak saya nanti membuat saya susah juga),” ujar Mak Usuh lagi.

Sikap ramahnya membuat kalangan masyarakat senang dengannya. Terbukti setiap robin yang dibuatnya tidak pernah bertahan 1 sampai 2 bulan, begitu siap pembeli pun datang.

Saat ia bekerja, dan ada yang ingin bertamu, ia selalu menghentikan pekerjaannya dan berbagi cerita dengan tamunya tadi.

Mak Usuh merupakan idaman keluarganya tanpa menabur rasa benci kepada siapapun.

“Ayah tidak mau ceritakan tentang orang di rumah, ia lebih suka cerita seperlunya saja,” Kata Maskur merupakan anak dari Mak Usuh. []

Laporan Muiza

Tags: kuala baruMak UsuhRobinSingkil
Previous Post

Para Pemimpin ‘Berkulit’ Buaya

Next Post

Pilot Dilarang Terbang karena Ketahuan Bawa Wanita ke Kokpit

Next Post

Pilot Dilarang Terbang karena Ketahuan Bawa Wanita ke Kokpit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Aceh Temukan 20 Hektare Ladang Ganja

Polda Aceh Temukan 20 Hektare Ladang Ganja

30/04/2026
Bupati Aceh Besar Ajak OPD Maksimalkan Kinerja untuk Kemajuan Daerah

Bupati Aceh Besar Ajak OPD Maksimalkan Kinerja untuk Kemajuan Daerah

30/04/2026
Masyarakat Dinilai Sabang Bisa Kelola Hutan Lindung Secara Legal

Masyarakat Dinilai Sabang Bisa Kelola Hutan Lindung Secara Legal

30/04/2026
Komisi IV DPRK Banda Aceh Kecam Kekerasan Anak di Day Care, Minta Evaluasi Menyeluruh

Komisi IV DPRK Banda Aceh Kecam Kekerasan Anak di Day Care, Minta Evaluasi Menyeluruh

30/04/2026
PC IMM Abdya Periode 2025-2026 Resmi Dilantik, Berikut Susunan Pengurus

PC IMM Abdya Periode 2025-2026 Resmi Dilantik, Berikut Susunan Pengurus

30/04/2026

Terpopuler

Rencana KNMP di Susoh Jadi Harapan Baru bagi Masyarakat Nelayan Palak Kerambil

Rencana KNMP di Susoh Jadi Harapan Baru bagi Masyarakat Nelayan Palak Kerambil

30/04/2026

Ribuan Warga di Banda Aceh Ubah Data Pekerjaan dari Wiraswasta ke Buruh Harian Lepas, Ada Apa?

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Waspada, Ada Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Pimpinan & Pegawai Kejari Abdya

Tulis Dua Belas Buku Sastra Aceh, Kepala MIN 32 Bireuen Raih Penghargaan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com