Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

PKK Aceh Coba Deteksi Dini Gizi Buruk Pada Anak

Admin1 by Admin1
29/07/2021
in Nanggroe
0
PKK Aceh Coba Deteksi Dini Gizi Buruk Pada Anak

BANDA ACEH – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Dyah Erti Idawati, bersama Unicef dan sejumlah LSM Aceh lainnya, Kamis (29/07/2021), meluncurkan gerakan keluarga mengukur pita lila balita (Gempita) di Posko Covid-19 Aceh. Peluncuran itu ditandai dengan pengukuran lengan salah satu balita menggunakan pita Lila.

Gerakan tersebut bertujuan mendorong keluarga untuk melakukan deteksi dini secara mandiri terhadap gizi buruk pada anak balita, dengan cara mengukur lengan anaknya menggunakan pita Lila (Lingkar lengan atas).

Pita LiLA adalah pita sederhana tiga warna yang mewakili gambaran status gizi anak, hijau berarti normal dan sehat, kuning berarti hati-hati, anak harus segera diperiksa lebih lanjut untuk konfirmasi status gizi nya, dan merah berarti anak memerlukan perhatian yang sangat khusus, karena anak dapat memiliki masalah gizi yang serius.

Gerakan tersebut nantinya akan digencarkan oleh Unicef bersama sejumlah LSM mitra pelaksananya, yaitu, Flower Aceh, Yayasan Darah untuk Aceh, dan PKBI Aceh.

Ketua PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan, pihaknya mendukung penuh gerakan tersebut digelar di Aceh. Ia mengatakan, upaya pencegahan gizi buruk pada anak di Aceh sudah digencarkan PKK dan sejumlah pihak lainnya sejak tahun 2019. “Gizi buruk penyebab stunting pada anak ini menjadi fokus kami dalam melakukan upaya pencegahan. Saat ini sudah banyak sekali kemajuan dari tingkat provinsi hingga desa,” kata Dyah.

“Perjalanan tiga tahun banyak sekali kemajuan. Kalau dulu kita tanya apa itu stunting banyak yang tidak tahu. Bahkan kader Posyandu sendiri tidak tahun cara mengukurnya (stunting). Semuanya dibebankan pada bidan desa,” lanjut Dyah Erti.

Oleh sebab itu, kata Dyah, pihaknya membangun kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberi pemahaman bagi kader posyandu di tiap desa agar mereka tahu cara mengukur jika anak mengalamu stunting atau tidak. “Gerakan Gempita ini sangat bagus sekali untuk mendorong orang tua di rumah mengukur sendiri status gizi pada anaknya. Gerakan ini perlu kita lakukan secara sistematis, agar capaian dapat terukur,” ujar Dyah.

Dyah mengapresiasi hadirnya pola baru dalam mendeteksi gizi buruk pada anak. Ia berharap, cara tersebut dapat menjadi gaya komunikasi baru dalam penyampaian status gizi anak pada orang tua. Sehingga tidak ada orang tua yang tersinggung saat diberitahukan status gizi anaknya. “Mudah-mudahan dengan warna-warni pengukuran ini bisa lebih dipahami dan diterima masyarakat terkait status gizi anak,” kata Dyah.

Officer Nutrisi Unicef Aceh, dr. Natasya Phebe, mengharapkan, gerakan yang digagas pihaknya bersama sejumlah LSM tersebut dapat berjalan dengan lancar. Sehingga para orang tua di Aceh dapat mendeteksi dini status gizi anaknya. Dengan begitu upaya pencegahan dan penyembuhan dapat dilakukan secepat mungkin. “Pada saat ini kami sudah menentukan lokasi untuk pilot project gerakan ini, yaitu di Kota Banda Aceh,” kata Natasya.

Previous Post

Rapat Bersama Bupati Wali Kota se Aceh, Ini Pesan Gubernur

Next Post

Tips Memaksimalkan Penjualan Berbasis Online

Next Post
Tips Memaksimalkan Penjualan Berbasis Online

Tips Memaksimalkan Penjualan Berbasis Online

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

28/04/2026
Bupati Dorong Gampong di Pulo Aceh Lebih Aktif Usulkan Program untuk Warga

Bupati Dorong Gampong di Pulo Aceh Lebih Aktif Usulkan Program untuk Warga

28/04/2026
Pemkab Aceh Timur Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Informasi dan Dukung Program Pemda

Pemkab Aceh Timur Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Informasi dan Dukung Program Pemda

28/04/2026
HUT ke-27 Aceh Singkil, Wagub Aceh Tekankan Sinergi untuk Percepatan Pembangunan

HUT ke-27 Aceh Singkil, Wagub Aceh Tekankan Sinergi untuk Percepatan Pembangunan

28/04/2026
167 Peserta Ikuti Seleksi Kesehatan Paskibra Aceh Besar

167 Peserta Ikuti Seleksi Kesehatan Paskibra Aceh Besar

28/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

Pesantren Al Zahrah Bireuen Siap Jadi Tuan Rumah LP3 se-Aceh dan Sumut

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com