JAKARTA – Kelangkaan pupuk mesti dijawab dengan pemanfaatan kembali pupuk kompos dan hayati yang dapat diolah secara mudah dan murah. Bahan bakunya memanfaatkan limbah ternak dan organic rumah tangga yang selama ini tidak kita manfaatkan.
Hal tersebut disampaikan Juanda Djamal melalui pers reless setelah kunjungannya ke pabrik pengelolaan sampah organik yang diproduksikan oleh PT Bio Konversi, di Bekasi-Jawa Barat.
Menurut Juanda, kunjungannya ke pabrik PT Bio Konversi adalah upaya menjajaki kerjasamanya dengan koperasi SieBreuh, koperasi petani yang sedang digagas olehnya dengan konsep pengembangan Kawasan Food Estate SieBreuh (FES) seluas 5120 ha yang meliputi kecamatan Sukamakmur, Kuta Malaka, Ingin Jaya, Simpang Tiga, Darul Kamal dan Darul Imarah.
“Saya dapat belajar dari kunjungan ini, kita harus kembali membangun siklus dan rantai hidup agar kita dapat mandiri kedepan. Misalnya, kita tidak mesti bergantung dengan pupuk kimia pabrikan, karena pupuk kimia setiap tahun kebutuhannya bertambah. Sebenarnya orang tua kita dulu sudah memanfaatkan kotoran hewan menjadi pupuk, dimana kompos mampu mereproduksi bakteri yang meningkatkan kesuburan tanah. Maka, terpenting kedepan, kita kuatkan kembali wawasan kita atas benih, pupuk, pestisida, dan sebagainya guna menurunkan biaya produksi namun kualitas produksi meningkat,” kata dia.
“Untuk menyukseskan Kawasan FES maka selain menyiapkan penangkar benih untuk memproduksi benih unggul, maka Koperasi SieBreuh sedang berupaya juga menyiapkan pupuk alternatif yang dapat membantu petani padi agar produksi padinya tidak berkurang jika pupuk langka di pasar,” ujar Juanda Djamal.
“Salah satu yang kita tempuh saat ini, koperasi SieBreuh sudah mulai memproduksi pupuk kompos di Lampisang, kita sedang memeriksa kandungannya di lab Baristan, “jelas Juanda Djamal yang juga ketua Fraksi PA DPRK Aceh Besar ini
Selain pupuk kompos, maka upaya memanfaatkan limbah organik keluarga dan pasar, koperasi siebreuh berencana untuk bekerjasama dengan PT Bio Konversi agar dapat mengelola sampah tersebut menjadi pupuk hayati.
“Pupuk hayati ini mengandung mikroorganisme yang dapat mendegradasi bahan organik sehingga mampu menyediakan unsur hara yang dapat diserap tanaman dan menghasilkan enzim alami dan vitamin yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. sehingga dengan Langkah ini dapat membantu kebutuhan pupuk petani dengan harga yang lebih terjangkau di masa depan,”tutup Juanda Djamal.










