BANDA ACEH – Aliansi Tari Aceh kembali menggelar sebuah kegiatan dengan mengusung tema Soe Nyan Yuslizar? Kegiatan ini dalam rangka mengenang sosok tokoh koreografer Aceh yang telah redup namanya.
Aliansi Tari Aceh yang terhimpun dari beberapa komunitas serta sanggar yang ada di Aceh yaitu, Sanggar Cut Nyak Dhien, Sanggar Buana, Sanggar Nurul Alam, Sanggar Keumala Intan, Sanggar Mados, Anoma Film dan Atap Kreatif Nusantara telah berhasil membuat gebrakan baru di Taman Seni dan Budaya Aceh semalam.
Kegiatan Soe Nyan Yuslizar turut dihadiri dua pembicara yaitu Marliah Nyak Gade sebagai salah satu penari pertama Ranup Lampuan serta Khairul Anwar selaku perwakilan dari seniman masa sekarang dan Kharis Muharram sebagai moderator diskusi tersebut.
“Yuslizar merupakan orang yang sangat kreatif, berkat beliau sekarang Aceh sudah punya tari penyambutan sendiri yaitu tari ranup lampuan,” kata salah seorang pemateri.
“Bang Yus begitu nama panggilan akrab beliau, menciptakan sangat banya karya-karya tari yang sangat familiar seperti tari Meusaree-Saree, Bungoeng Si Yung-yung, Tron u laot dan lainnya.”
Kegiatan ini dihadiri 80 orang yang memenuhi ruangan diskusi. Keadaan ini seakan membuat suasana diskusi lebih menarik, sehingga tanya jawab antara pembicara dan para undangan seakan membuat diskusi tersebut terlihat sangat hidup.
“Kegiatan ini sebenarnya salah satu media kampanye panyadaran kepada penari-penari muda akan sosok yuslizar pencipta tari ranup lampuan. Sangat disayangkan generasi penari sekarang tidak tahu lagi siapa pencipta tari ranup lampuan namun mereka masih aktif menarikan karya beliau,” kata Riski Fajar selaku koordinator Aliansi Tari Aceh.











