Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Khazanah

Pengalaman Dosen Asal Indonesia Puasa Ramadan di Amerika, dari Kolak hingga Sholat Tarawih

Admin1 by Admin1
16/04/2022
in Khazanah
0
Pengalaman Dosen Asal Indonesia Puasa Ramadan di Amerika, dari Kolak hingga Sholat Tarawih

Dosen UNS menceritakan pengalaman puasa Ramadan di Amerika Serikat (Foto: Tangkapan layar laman UNS)

JAKARTA – Pengalaman puasa Ramadan di negeri orang tentu berbeda. Meski, esensi dari puasa itu sama saja, yakni menahan hawa nafsu.

Muhammad Taufiq Al Makmun, Dosen Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret (UNS) membagikan pengalamannya saat menjalankan ibadah Ramadan di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, Taufiq sedang menyelesaikan pendidikan PhD di Bowling Green State University (BGSU), Ohio.

Selama menempuh pendidikan di BGSU, Taufiq mengaku beruntung karena Ohio cukup memfasilitasi para mahasiswa muslim meski menjadi minoritas. Mulai dari mushola dan diizinkan sholat berjamaah lima waktu di kampus.

Bahkan, kampus juga mengucapkan selamat menjalankan Ramadan kepada mahasiswa muslim di media sosial resmi milik kampus.

“Kami mahasiswa muslim tidak terkendala dalam melaksanakan ibadah keagamaan di kampus maupun dalam kehidupan sosial,” ujar dosen UNS ini dalam acara Cultural Talk: Ramadhan Around the World Series yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kerjasama dan Layanan Internasional (KLI) UNS seperti dilansir Sindonews dari laman resmi UNS, Sabtu (16/4/2022).

Komunitas Muslim di BGSU melaksanakan beragam kegiatan, seperti Sholat Tarawih berjamaah dan kajian sehabis Sholat Subuh. Mereka juga kerap berbuka puasa bersama dengan membawa bekal masing -masing.

“Ya meskipun demikian saya tetap nggak bisa menemukan kolak di pinggir jalan kalau di sini,” ungkap Taufiq disambut tawa.

Masyarakat muslim di Amerika terutama para perantau yang tinggal di Amerika sangat diuntungkan. Hal itu juga dirasakan Taufiq, kalau pusat Islam di daerahnya terletak di Perrysburg, yang terdapat masjid yang semarak dengan berbagai kegiatan islami.

Jumlah muslim di Amerika meningkat dari waktu ke waktu. Peningkatan tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah masjid. Berdasarkan data, pada 2020 tercatat sebanyak 2.769 masjid di seluruh Amerika.

Taufiq mengaku berpuasa selama 15 jam. Meski, waktunya lebih lama dari Indonesia, namun cuaca di sana sangat mendukung untuk berpuasa.

“Saya sangat bersyukur karena bulan ini masuk musim semi jadi tidak sesulit saat musim panas. Temperatur di sini di bawah 10 derajat Celsius. Satu minggu sebelum Ramadan juga turun salju di sini, jadi udaranya pas,” kata Taufiq.

Serukan Islam Damai di Amerika

Masih banyak warga yang belum paham tentang Islam di Amerika kendati jumlah masyarakat muslimnya terus mengalami peningkatan. Ditambah masih ada trauma dengan serangan 11 September 2001.

Komunitas Muslim mengambil peran dengan menyerukan Islam damai. Ragam kegiatan digelar, mulai mendirikan stand Islam di kampus BGSU. Kemudian, membuat selebaran yang menjelaskan tentang Islam dan dibagikan kepada pengunjung stand.

Ramadan juga dijadikan sarana untuk menyeruksan Islam damai, salah satunya masyarakat muslim menyelenggarakan Sholat Tarawih di Times Square, New York.

Pertama kalinya dalam sejarah. Ratusan umat Islam di Amerika berkumpul Times Square, New York untuk melaksanakan Sholat Tarawih. Hal tersebut dianggap Taufiq sebagai salah satu upaya mengenalkan Islam yang ramah.

“Umat Islam mencoba untuk mengampanyekan Islam yang damai. Karena itulah kemarin ada Sholat Tarawih di Times Square. Berita ini pun menyebar luas di dunia karena ini pertama kalinya dalam sejarah,” katanya.

Sumber: Okezone.com

Previous Post

Negara- Negara Ini Cinta Mati dengan Mie Instan Indonesia Lho, Siapa Saja?

Next Post

Rindu Nuansa Ramadhan Serambi Mekah, 19-20 April Ketum AHY ke Aceh

Next Post
Rindu Nuansa Ramadhan Serambi Mekah, 19-20 April Ketum AHY ke Aceh

Rindu Nuansa Ramadhan Serambi Mekah, 19-20 April Ketum AHY ke Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kursi Abang Samalanga di DPR Aceh Mulai ‘Digoyang’ Para Anggota

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

24/03/2026
Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

24/03/2026
Kapolda Pastikan Arus Balik Idul Fitri di Aceh Berjalan Lancar

Kapolda Pastikan Arus Balik Idul Fitri di Aceh Berjalan Lancar

24/03/2026
Pemkab Nagan Raya Ingatkan Keuchik Tidak Manipulasi Data Korban Bencana

Pemkab Nagan Raya Ingatkan Keuchik Tidak Manipulasi Data Korban Bencana

24/03/2026
Polres Aceh Selatan Laksanakan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas di Objek Wisata

Polres Aceh Selatan Laksanakan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas di Objek Wisata

24/03/2026

Terpopuler

Pengalaman Dosen Asal Indonesia Puasa Ramadan di Amerika, dari Kolak hingga Sholat Tarawih

Pengalaman Dosen Asal Indonesia Puasa Ramadan di Amerika, dari Kolak hingga Sholat Tarawih

16/04/2022

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Arus Balik di Tol Padang Tiji-Banda Aceh Alami Lonjakan Drastis

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com